PSBB di Tangsel

Trend kasus Covid-19 dan efektifitas pelaksanaan PSBB di Tangsel


Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tinggal beberapa hari lagi, namun trend penyebaran virus asal Wuhan China ini masih relatif fluktuatif.

Dari data yang diperoleh www.suaratangerang.com di portal resmi info Covid-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, https://lawancovid19.tangerangselatankota.go.id 11 Mei 2020 kemarin, masih menunjukkan ada peningkatan yang cukup besar.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 1.756 + 9. Selesai Dipantau 1.079. Dipantau 677. Dan, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 561+3. Sembuh 210. Dirawat 278. Meninggal 73. Sementara untuk kasus terkonfirmasi Covid-19. Postif 141+0. Sembuh 16. Dirawat 16. Meninggal 19.

“Data tersebut di atas, yaitu data ODP dan PDP berbasis pada laporan dari Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Kota Tangsel dan telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI. Dan, data kasus terkonfirmasi Covid-19 adalah data yang telah diumumkan secara resmi oleh Kementerian yang sama,” keterangan dari portal resmi Info Covid-19 Pemkot Tangsel.

Statistik Trend Covid-19 di Kota Tangerang Selatan

Data lain yang juga menunjukkan bahwa trend Covid-19 masih terus fluktuatif adalah data statestik virus corona dari Wikipedia yang disupport oleh google.com, diperbaharui 40 menit lalu sebelum berita ini dipublish.

“Pada tanggal 5 Mei misalnya, angka statestik mencapai 484 kasus, pada tanggal berikutnya yaitu tangal 6 Mei turun menjadi 357 kasus, dan kembali naik pada tanggal 9 Mei menjadi 533 kasus, kemudian tanggal 10 – 11 Mei turun menjadi 387 – 233 kasus,” Wikipedia, Selasa (12/5).

Akankah PSBB di Tangsel kembali diperpanjang?

Berdasarkan data tersebut di atas dapat dipastikan akan sangat mempenguruhi kepetusan Pemkot Tangsel untuk menetapkan apakah PSBB di Tangsel akan diperpanjang atau tidak?

Menilik pernyataan Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany yang diberitakan www.suaratangerang.com beberapa hari lalu, bahwa kunci keberhasilan pelaksanaan PSBB di Kota Tangsel terkait erat dengan kedisiplinan semua pihak untuk mentaati aturan yang diterapkan selama masa PSSB.

“Mari sama-sama kita tingkatkan kedisiplinan agar virus Covid-19 ini bisa berakhir. Karena dengan kedisiplinanlah kita bisa memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” kata Airin, Jumat (1/5), awal Mei  lalu.

Namun faktanya, masih saja ada warga masyarakat yang tidak mentaati aturan dan atau protokoler Covid-19. Hal inilah yang kemudian memunculkan pertanyataan dari beberapa pihak, tentang efektifitas PSBB dalam menahan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia termasuk di Kota Tangsel.

Agus Pambagio misalnya, Pengamat kebijakan publik ini mengatakan bahwa salah satu persoalan yang dihadapi dalam menegakkan aturan untuk mendisiplikan masyarakat adalah adanya tumpang tindih aturan yang memicu kebigungan bagi pelaksana dan publik.

Sebagai contoh, peraturan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan, dinilai berseberangan dengan Peraturan Menteri Kesehatan dan Peraturan Kepala Daerah di mana PSBB diterapkan.

“PM Nomor 18 Tahun 2020 itu berseberangan dengan peraturan menteri kesehatan yang dipakai oleh seluruh rangkaian untuk mengatur Covid-19. Ini yang menjadi persoalan sehingga ada abigiutas di situ sehingga memicu kebingungan pelaksana dan publik,” ungkapnya dalam sebuah diskusi virtual beberapa waktu lalu. (1st)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

PSBB Tangsel kembali diperpanjang hingga akhir Oktober

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG –  Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menyampaikan bahwa ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com