Lonjakan kasus Covid-19, Ade Yunus: Pejabat publik jangan asbun

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Dilansir detik.com, beberapa hari jelang Hari Raya Idul Fitri, Provinsi Banten mencatat penambahan pasien positif Corona terbanyak hingga 42 kasus pada Rabu (20/5) pukul 18.00 WIB. Total saat ini ada 670 kasus positif, 225 sembuh dan 63 meninggal.

Penambahan pasien terbanyak berasal dari Tangerang Selatan sampai 34 orang. Kabupaten Tangerang yang pada kemarin tak ada penambahan kasus, hari ini mengkonfirmasi tiga kasus baru dan sisanya lima kasus dari Kota Tangerang.

Di luar Tangerang Raya, daerah lain di Banten tak ada laporan penambahan kasus. Termasuk Lebak yang masih di nol pasien positif sejak pandemi ini diumumkan pada Maret.

Selain lonjakan pasien positif, angka Orang dalam Pemantauan (ODP) juga bertambah cukup banyak hingga 49 kasus. Total ODP saat ini sudah mencapai angka 8.321 orang.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 19 orang menjadi 2.089. Angka kematian PDP cukup tinggi hingga 232 orang dan yang sembuh sudah mencapai 950 pasien.

Dari data tersebut, tentunya membuat publilk bertanya-tanya tentang pernyataan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumi yang disampaikan beberapa hari sebelumnya saat ia menerima donasi Kemendag Peduli kepada Pemerintah Provinsi Banten yang diserahkan Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Jerry Sambuaga di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug Kota Serang (Senin, 18/5).

Saat itu, Andika mengungkapkan bahwa sudah tidak terjadi lagi lonjakan penularan Covid-19 di wilayah klaster, yaitu di wilayah Tangerang Raya sebagai daerah penyangga DKI Jakarta.

“Saat ini PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) memasuki tahap ketiga. Sudah tidak terjadi lonjakan penularan,” ungkap Andika yang dikutip dari laman https://www.bantenprov.go.id/, Senin (18/).

Pernyataan Wagub Banten ini, kemudian dijadikan release yang diunggah di laman resmi Pemprov Banten,  ini tentunya membuat aktivis Jaringan Nurani Rakyat, Ade Yunus bertanya-tanya data dari mana yang dipakai Andika sebagai acuan untuk membuat sebuah pernyataan yang dinilai terlalu gegabah dan menyesatkan publik.

“Sebagai pejabat publik, semesintinya berhati-hati dalam menyampaikan sebuah pernyataan yang akan dirujuk oleh banyak pihak, dalam hal ini masyarakat Banten secara keseluruhan, wabil khusus wilayah klaster yang diistilahkan Andika tersebut,” kata Kang Ade, sapaan akrab Ade Yunus, Kamis (21/5).

Untuk itu, kata Kang Ade, jadi pejabat publik itu jangan asal bunyi alias asbun, data yang disampaikan harus akurat, karena ini menyangkut kepentingan publik, dan “perang” melawan Covid-19.

“Jangan ada istilah pelanggaran dan relaksasi, justru jelang Hari Raya harus lebih sigap dengan memperketat ruang gerak masyarakat agar tidak terjadi kerumunan,”

“Lengah dan ada celah sedikit saja, maka dikhawatirkan lonjakan akan terus bertambah, ”

“Kedisiplinan adalah kuncinya, dan menjadi tanggung jawab bersama, Pemprov harus terus lakukan evaluasi,  kalau merasa puas adanya penurunan kasus, justru disitulah celahnya,” urai Kang Ade.

Kang Ade kemudian menyentil, sering turung ke lapangan lah, jangan mengandalkan laporan bawahan semata.

“Gubernur dan Wagub lebih sering ke lapangan lah, pantau check point, pantau pendistribusian Bansos, sehingga evaluasi berdasarkan pengamatan lapangan, bukan berdasar laporan bawahan saja,” pungkas Ade Yunus.

Sementara itu, Jubir Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Ati Pramudji Hastuti, pada Selasa (19/5) lalu, menyampaikan bahwa ada kemungkinan lonjakan kasus di wilayah klaster dan Banten umumnya, jika dikaitkan dengan adanya kerumunan warga jelang Idul Fitri khususnya di pasar dan tempat keramaian di tengah pandemi.

Berkerumunnya warga ini terkait kebutuhan mereka di hari raya. Bahkan, kerumunan terjadi di Tangerang Raya yang sudah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

“Jangankan di daerah notabene bukan PSBB, yang notabene PSBB pun apalagi menjelang hari raya mereka banyak kebutuhan, kita sulit sekali bagaimana menghentikan ramainya pasar,” kata Ati.

Di bawah ini data total kasus positif per daerah di Banten:

  1. Kota Tangerang total 308 kasus.
  2. Tangerang Selatan 208 kasus.
  3. Kabupaten Tangerang 132 kasus.
  4. Kota Serang 8 kasus.
  5. Kabupaten Serang 8 kasus.
  6. Pandeglang 3 kasus
  7. Kota Cilegon 3 kasus.
  8.  Lebak 0 kasus.

(1ST/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Benyamin Davnie: Corona sangat mematikan, duka DKI bisa kita rasakan

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Meninggalnya Sekertaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah karena terpapar COVID-19 ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com