Awalil-Rizky-100

Kuliah daring IHN: 100 kuliah ekonomi bersama Awalil

Jakarta, SUARA TANGERANG – Penyebaran COVID-19 di berbagai negara membuat perekonomian global semakin terpuruk. Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut kondisi ini merupakan yang terparah sejak 1930 silam.

IMF menyebut risiko resesi disebut berpotensi terjadi hingga 2021 jika pemangku kepentingan di berbagai negara gagal merespon pandemi ini dengan kebijakan yang tepat. Perekonomian global diprediksi akan berkontraksi pada 2020.

“Lockdown besar-besaran akan berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi global. Tingkat produk domestik bruto (PDB) masih dibayangi ketidakpastian,” kata IMF dikutip dari CNN, Rabu (15/4).

Terkait prediksi pertumbuhan ekonomi tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal I/ 2020 tumbuh melambat sebesar 2,97 persen (year on year).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan secara kuartalan atau dibandingkan dengan kuartal IV/2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat minus 2,41 persen.

“Pergerakan PDB quarter to quarter (qtq) triwulan I/2020 dialami negara-negara lain yang perlambatan yang cukup dalam. Triwulan I/2019 masih tumbuh 5,07 persen, sekarang pertumbuhan 2,97 persen,” ujar Suhariyanto, Selasa (5/5).

Angka tersebut jauh dari harapan Pemerintah, sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (SMI) bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 akan tumbuh sekitar 4,5 persen hingga 4,7 persen.

Namun, harapan itu pun pupus, pertumbuhan ekonomi Indonesia ternyata hanya mencapai 2,97 persen. SMI lalu menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bisa berada di level 2,3 persen. Hal ini tentu saja lebih rendah dari realisasi tahun lalu yakni di level 5 persen.

Sementara itu, menurut Kepala Ekonom Institut Harkat Negeri (IHN) Awalil Rizky, salah satu faktor penyebab lambatnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia disebabkan karena perlambatan pertumbuhan industri yang merupakan salah satu penyumbang besar bagi pertumbuhan ekonomi, dimana saat ini justru perlu diamankan.

“Lambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini juga tidak bisa dilepaskan dengan penanganan pandemi COVID-19 yang terkesan teledor,” kata Awalil.

Perlu dicermati, sambung Awalil adalah berapa prakiraan PDB 2020 menurut Pemerintah. Nilainya akan menentukan rasio defisit APBN. Sekaligus menunjukkan prakiraan Pemerintah atas pertumbuhan ekonomi yang akan terjadi.

Mencermati persoalan tersebut, Institut Harkat Negeri (IHN) menyelenggarakan kuliah daring yang akan dilaksanakan selama lima hari berturut-turut dengan topik “Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.”

Kuliah ini akan dilaksanakan sejak Senin sampai Jumat, 1 – 5 Juni 2020, dimulai pada pukul 18.30-19.45 WIB, yang akan diisi langsung oleh Awalil Rizky. Kuliah daring yang akan digelar sebanyak 100 kali via aplikasi Zoom meeting ini , diselenggarakan secara gratis dan terbuka untuk umum.

Bagi yang ingin ikut sesekali, tidak perlu mendaftar, bisa joint in meeting langsung melalui ID Zoom: 6217082045. Dan, bagi peserta yang ingin mengikuti ujian dalam tiap topik dan pada rangkaian keseluruhan perkuliahan, bisa mendaftar dan ikut grup WhatshApp.

Hal lain yang menarik dari kuliah daring ini adalah, peserta yang tidak dapat mengikuti perkuliahan secara langsung atau ketinggalan kuliah dapat menyaksikan rekaman perkuliahan di chanel Youtube Institut Harkat Negeri. (1st)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dinilai menyulitkan, MUI tolak sertifikasi dai

Jakarta, SUARA TANGERANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam pernyataan tertulisnya mengimbau kepada semua pihak ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com