Bau busuk TPA Cipeucang, tak sekedar kata maaf, Pemkot Tangsel harus beri kompensasi kepada masyarakat terdampak

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Lebih kurang 2 minggu sudah dinding penahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang ambrol. Kini paska ambrol, bau sampah menyebar kemana-mana, diperkirakan mencapai radius 7 kilometer. Marasyarakat sekitar pun merasa terganggu dengan bau sampah yang menyegat tersebut.

Namun, sangat disayangkan, tidak sedikit pun terlontar kata permintaan maaf dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) kepada masyarakat sekitar yang tidak nyaman dengan bauh busuk akibat ambrolnya dinding penahanan sampah TPA Cipeucang.

Wilayah yang terdampak bau busuk tersebut adalah, Kecamatan Serpong, Setu hingga di wilayah di seberang Sungai Cisadane, yaitu Kecamatan Cisauk dan Pagedangan.

Menurut anggota DPRD Fraksi Gerindra – PAN, Dapil Serpong dan Setu, Zulfa Sungki Setiawaty, seharusnya bukan permintaan maaf saja, tetapi Pemko Tangsel, harus juga memberikan kompensasi materi akibat bau busuk yang berasal dari TPA Cipeucang.

“Seharusnya, tidak hanya permintaan maaf, tetapi Pemkot Tangsel juga harus memberikan kompensasi materi akibat dari bau busuk yang berasal dari TPA Cipeucang, ” Zulfa Sungki Setiawaty.

Merujuk Kepada Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangsel Nomor 13 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah, pada Pasal 35 Ayat 1,2 dan 3, sambung Zulfa, di sana diatur tentang kompensasi akibat dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh penanganan sampah di tempat pemerosesan akhir sampah, dalam hal ini TPA Cipeucang.

“Dampak negatif tersebut antara lain, pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah, longsor, kebakaran, ledakan akibat gas metan, serta hal lain yang menimbulkan dampak negatif,” kata Zulfa mengutip Perda Nomor 13/2019 tersebut.

Ditambahkannya, pemberian kompensasi tersebut dalam bentuk relokasi, pemulihan lingkungan, biaya pengobatan kesehatan dan kompensasi dalam bentuk uang.

“Kalau yang terjadi hari ini adalah pencemaran udara, udara yang dihirup oleh masyarakat sekitar TPA Cipeucang selama 2 minggu ini, dan teranya juga telah dihirup selama bertahun-tahun, maka Pemkot Tansel wajib memberikan kompensasi sebagaimana termaktub dalam Perda Nomor 13/2019 itu,” tegas Zulfa Sungki Setiawaty.

Kembali Zulfa menegaskan, penegakkan Perda jangan hanya untuk masyarakat semata, karena saat ini Pemkot Tangsel dinilai telah lalai dalam penanganan sampah, akibatnya masyarakat sekitar dirugikan.

“Jangan menunggu masyarakat marah, dan tidak percaya lagi kepada Pemkot Tangsel, segera lakukan kewajiban sesuai Perda dan Perwal yang ada,” pungkasnya. (1st/*)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pilkada serentak 2020 new

Pilkada serentak Desember 2020 diharapkan berjalan lancar dan aman dari COVID-19 

Jakarta, SUARA TANGERANG – Pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2020 diharapkan dapat berjalan dengan lancar ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com