Audiensi SMSI-DPR: Tak mudah menyatukan perspektif dan tone pemberitaan media

Jakarta, SUARA TANGERANG – Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Selasa (9/6) kemarin, melakukan audiesi dengan pimpinan DPR RI di Jakarta.

Audiensi yang dipimpin langsung Ketua Umum SMSI, Firdaus, yang juga didampingi HM Nasir, Juaidi, Andre Sumanegara dan Idham Akbar itu diterima Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsudin bersama Boby Rizaldi, Dipo Nusantara dan M Yasin.

Dalam pertemuan singkat itu, Firdaus menyampaikan bahwa, SMSI yang kini beranggotakan 1000 perusahan media online ini berencana akan membuat newsroom bersama, tujuannya adalah untuk saling berbagi dan memanfaatkan berita-berita dari masing anggota SMSI yang tergabung di dalam newsroom tersebut.

Firdaus kemudian menyampaikan, bahwa selain berbagi dan memanfaatkan newsroom bersama itu, anggota SMSI berkewajiban untuk berkontribusi mengirimkan berita ke newsroom untuk kemudian diedit bersama atau dimanfaatkan untuk kepentingan pemberitaan di masing-masing media online sesuai karakteristik medianya.

“Ini adalah keuntungan yang akan didapatkan oleh perusahaan-perusahaan media yang bergabung dengan newsroom bersama,”

“Yang disatukan di sini bukan sudut pandangnya, bukan perspektifnya, itu pasti sulit.”

Sambungnya, diharapkan dengan newsroom bersama ini, tanpa bermaksud menyeragamkan perspektif dan tone pemberitaan,

setiap perusahaan media dan wartawannya juga berhak memiliki perspektif dan tone yang berbeda, kalaupun ada kritik, tentu kritik yang membangun, yang berpedoman pada kaidah atau etika jurnalistik.

Menanggapi rencana SMSI tersebut, Azis Syamsudin mengatakan, bahwa setiap perusahaan media, wartawan atau jurnalis di masing-masing media memiliki perspektif yang berbeda dalam mengolah sebuah informasi yang kemudian disuguhkan menjadi berita kepada publik.

“Dan, untuk menyatukan perspektif pemberitaan itu adalah hal yang sulit, kata Azis.

Lanjut Azis, kalau tidak bisa menyamakan perspektif, paling tidak tone pemberitaan yang mestinya bisa disamakan. “Itu pun hanya tone pemberitaan, karena hal ini juga akan mengalami gradasi yang berbeda-beda,” tutur Azis.

Menurut Azis, dalam penyatuan media-media online yang berbeda-beda itu, harus ada kepentingan yang saling memberi manfaat positif. “Saling memberi manfaat ini penting, sebab kalau tidak ada, maka mereka akan mengembangkan kepentingan perusahaannya masing-masing,” pungkas Azis. (1st/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tujuh instruksi Presiden untuk Polri

Jakarta, SUARA TANGERANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan tujuh instruksi untuk dijadikan pedoman dalam ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com