Recovery lamban, aktivis lingkungan akan terus kawal kasus longsor TPA Cipeucang

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Lebih kurang tiga pekan sudah tragedi longsornya TPA Cipeucang di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berlalu. Meski ada upaya pengerukan dari DLH Kota Tansgel terhadap longsoran sampah di TPA Cipeucang yang menutup badan Sungai Cisadane itu telah dilakukan, tetapi sejumlah aktivis lingkungan hidup menilai upaya tersebut masih sangat lamban.

Aktivis Yapelh dan Banksasuci, Ade Yunus misalnya, ia menilai DLH Kota Tangsel masih berkutat pada longsoran sampah di permukaan, belum sampai menyentuh dasar sungai. “Dampaknya yah kita yang dihilir, ” ujar Ade Yunus.

Ade juga menilai selain proses recovery, proses hukum dari longsoran sampah TPA Cipeucang di badan Sungai Cisadane ini juga belum menunjukkan progres yang berarti.

Meski demikian, Ade mengapresiasi upaya Pemkot Tangsel dan kontrator sheet pile dalam upaya recovery yang dilakukan. Tetapi dirinya menganggap upaya tersebut masih sangat lamban.

“Semuanyakan di luar target, seharusnya sepekan juga selesai, tetapi sampai sekarang kita mash saja nerima kiriman timbunan sampah dari bekas Longsoran TPA Cipeucang yang mengalir ke hilir. Katanya, hari ini ini selesai, untuk memastikannya kami akan turun turun kembali ke lapangan mengecek fakta sesungguhnya,” ucap Ade.

Sementara terkait masalah hukum yang sedang dilakukan aparat penegak hukum (APH), Ade mengatakan, pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung, sembari pihaknya terus melakukan monitor atas perkembangan kasus hukum longsornya TPA Cipeucang tersebut.

“Kita sudah serahkan dan percayakan kepada aparat penegak hukum, sepenuhnya kita hormati proses hukum yang sedang berlangsung, sembari kita kawal bersama,” terang Ade.

Ia kemudian meminta kepada APH agar proses dan progres hukum dari kasus yang menyita perhatian publik ini dapat disampaikan secara transparan dan akuntabel, serta dapat menguak pihak-pihak terkait yang harus bertanggung jawab atas kasus ini.

“Kita harap proses hukumnya berlangsung hingga tuntas, baik dalam hal dugaan Pelanggaran UU Nomor 32/2009, UU Nomor 18/2008, UU Nomor 2/2017 serta UU Nomor 31/1999,” pungkasnya. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

TKSK Sepatan kembali salurkan BSP susulan kepada 123 KPM

Tangerang, SUARA TANGERANG – Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sepatan kembali salurkan Bantuan Sosial Pangan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com