Pasar tumpah biang kerok kemacetan di Pisangan Jaya – Sepatan

Tangerang, SUARA TANGERANG – Kemacetan di sekitar Jalan Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, sudah tak terbendung lagi.

Biang keroknya adalah, adanya pasar tumpah di sekitar jalan tersebut, banyaknya pedagang yang menggelar barang dagangannya di pinggir jalan mengakibatkan jalan jadi semrawut dan macet.

Sebelumnya, untuk mengurangi kesemrawutan dan kemacetan di jalan tersebut, pemerintah setempat telah meminta para pedagang untuk memanfaatkan lokasi pasar tradisional, yaitu Pasar Pelangi, yang telah dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bagi para pedagang agar tidak menggelar barang dagangannya di pinggir jalan, namun apa mau dikata, imbauan itu tak digubris.

Saat ini, para pedagang masih tetap berjualan di daerah tersebut, terutama di Jalan Tanah Merah Sepatan Timur dan Jalan Pisangan Arah Pakuhaji. Di dua titik inilah kemacetan parah terjadi. Meski Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) wilayah setempat sering melakukan penertiban.

Terkait kemacetan tesebut, unsur Muspika Sepatan dan Muspika Sepatan Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan agenda penertiban pedagang dan penataan pasar Pelangi Sepatan di Ruang Camat Sepatan, Jum’at (19/6) kemarin.

Rakor tersebut juga dihadiri Kasatpol PP Kabupaten Tangerang, Kapolsek Sepatan, dan Danramil Sepatan.

Menurut keterangan Camat Sepatan, Dadang Sudrajat, dari hasil Rakor yang dimaksud, pihaknya bersepakat untuk kembali melakkan penertiban dan penataan pasar untuk mengurangi kemacetan yang terjadi dengan melakukan pendekatan persuasif dan humanis, sembari menunggu putusan terbaik dari Pemkab Tangerang.

“Terkait penertiban para pedagan, kami akan melakukan secara persuasif dan humanis,” kata Dadang Sudrajat.

Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua Paguyuban Pasar Pelangi Sepatan, Jembar mengatakan, pihaknya hanya akan membantu program pemerintah dengan memanfaatkan sebaik mungkin pasar tradisional, Pasar Pelangi yang dibangun oleh Pemkab Tangerang, dimana saat peresmiannya dilakukan langsung oleh Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.

“Soal pasar tumpah dan pedagang yang membandel jualan di pinggir jalan itu semua menjadi PR-nya Pemda, yang jelas kami dari paguyuban sudah berbuat secara mengoptimal untuk menghidupkan kegiatan perekonomian di pasar tradisional yang belum lama ini diresmikan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, pada 31 Januari 2020 lalu.

Ungkap Jembar pihaknya juga telah mengajukan MoU ke Pemda setempat sebagai mitra kerja dalam pengelolaan Pasar Tradisional Pelangi Sepatan.

 

“Jadi, soal pedagang yang masih berjualan di pinggir jalan itu, menjadi kewenangan Pemda, mau diapakan mereka, kita tinggal mengikuti saja, ” pugkas Jembar. (Ardi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Airin psbb tangsel tahap v

Pelaksanaan PSBB di Tangsel kembali diperpanjang hingga 12 Juli 2020

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besara (PSBB) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com