Intruksi Gubernur Banten: Gugus Tugas COVID-19 harus tetap aktif

Kota Serang, SUARA TANGERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim atau akrab disapa WH menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penangan kasus COVID-19 di Banten, sehingga angka penularan virus corona ini semakin berkurang jumlahnya.

Hal tersebut di atas disampaikan WH dalam rapat di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Curug Kota Serang, Rabu (1/7) kemarin.

“Terima kasih kepada semuanya. Bahwa penanganan COVID-19 di Banten semakin baik. Penularan semakin terbatas. Yang positif semakin berkurang. Tingkat kesembuhan juga tinggi,” kata mengapresiasi kinerja semua pihak yang terlibat dalam penanganan kasus COVID-19 di Provinsi Banten, provinsi para jawara.

“Oleh karena itu kita keluar dari 10 besar. Tapi kepada Gugus Tugas COVID-19 saya minta untuk konsisten terus. Gugus Tugas COVID-19 diaktifkan terus. Jangan berhenti. Jangan istirahat. PSBB tetap dilanjutkan,” tambahnya.

Karena itu, lanjut WH, jangan sampai ada istilah pelonggaran identik dengan pelanggaran. Dirinya juga ungkapkan rasa syukurnya dengan banyaknya OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemprov Banten yang sudah menggelar rapid test untuk aparatur di lingkungan kerjanya. Menurutnya, hal itu berdampak kepada para aparatur untuk disiplin dalam menjaga kesehatan pribadi, orang lain, dan lingkungan kerjanya.

“Persamaan persepsi dan keseragaman dalam memghadapi wabah COVID-19 penting,” tegasnya.

Di dalam menghadapi wabah COVID-19, WH mengajak para pimpinan dan aparatur di lingkungan Pemprov Banten untuk memiliki sense of crisis. Memiliki tanggung jawab moral. Termasuk risiko dari wabah COVID-19 berupa pemangkasan tunjangan kinerja (tukin) yang mencapai 50%.

“Ayo kita sama-sama. Sebagai kawan dan sebagai sahabat, di saat krisis inilah kita diuji. Satu per satu persoalan di Banten bisa kita selesaikan,” ungkapnya.

Terhadap pemulihan ekonomi akibat terdampak wabah COVID-19, orang nomor satu di Banten ini menginstruksikan kepada OPD terkait untuk melakukan analisa dan evaluasi harian, mingguan, hingga bulanan sebagai dasar untuk langkah antisipasi dan perencanaan ke depan. Berdasarkan proyeksi Kementerian Keuangan, akibat COVID-19 perekonomian dunia bakal mengalami konstraksi. Proyeksi pertumbuhan ekenomi dunia dalam kondisi -5% (minus lima). Sementara, perekonomian Indonesia berpotensi hingga minus satu (-1%). Dan yang masih perlu  dibanggakan jika perekonomian Provinsi Banten diproyeksikan masih mampu mengalami pertumbuhan positif.

“Dua sisi yang sulit untuk pemulihan ekonomi. Antara pelonggaran dan pelanggaran. Pemulihan ekonomi beresiko pelanggaran dan peningkatan kasus COVID-19, di sisi lain penanganan COVID-19 tetap harus dijalankan,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Banten Babar Suharso melaporkan pasar tradisional kini sudah mulai ramai. Omset pedagang yang sempat turun hingga 50%, kini kini sudah naik lagi hingga 95%. Melakukan koordinasi dengan Kabupaten/Kota untuk pelaksanaan protokol kesehatan dan skrining atau rapid test di pasar tradisional. Untuk pasar modern terpantau masih melaksanakan protokola kesehatan yang menjadi daya saing di antara mereka sebagai bagian dari rasa amannya pengunjung.

WH juga menginstruksikan kepada Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Pemprov Banten untuk melakukan analisa dan evaluasi sektor perekonomian mana saja yang berpotensi minus akibat wabah COVID-19 berdasarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dan nasional.

Demikian juga untuk Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan harus punya agenda rencana aksi yang jelas hingga bulan Desember 2020. Terutama untuk masa tanam dan panen raya sampai ketersediaan bahan pokok hingga stok aman bertahan berapa lama di Banten.

Lanjut WH, Dinas Sosial juga terus harus memantau validitas Bansos untuk segera menyelasaikan data dan penyaluran dananya. Lakukan evaluasi kemampuan dana setiap bulannya.

Untuk pendapatan daerah yang turun. Kondisi ini harus kita pahami bersama, walaupun Pemprov sudah memberikan berbagai kelonggaran namun perlu kajian berapa prosen  khususnya untuk wajib pajak yang terdampak oleh COVID-19. Kelompok mana saja yang terdampak dan bisa menjadi bahan analisa perkiraan pendapatan ke depannya.

Untuk diketahui, rapat yang digelar di Pendopo Gubernur Banten itu, juga  diikuti oleh Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Sekretaris Daerah Pemprov Banten Al Muktabar, asisten daerah dan para kelapa OPD Pemprov Banten. (1st/*)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sukseskan sensus online 2020, Pemprov Banten raih penghargaan BPS

Serang, SUARA TANGERANG – Pemerintah Provinsi Banten meraih penghargaan dari Badan Pusat Statistik (BPS) atas ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com