Polisi diminta ungkap kasus dugaan pemerkosaan anak dibawah umur di Cilegon

Cilegon, SUARA TANGERANG – Ketua Serikat Media Siber Indonesis (SMSI) Provinsi Banten, Junaidi berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus dugaan tindak pidana pemerkosaan anak di bawah umur yang terjadi di Kota Cilegon ke publik.

Ketua SMSI Banten ini juga berharap agar pelaku pemerkosaan dapat dihukum seberat-beratnya.

“Kita tidak ingin generasi muda di Banten hilang masa depannya dan ternodai oleh perilaku bejat dari oknum yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya.

Junaidi juga mendorong agar awak media anggota SMSI yang berada di Kota Cilegon terus memantau perkembangan perkara dugaan pemerkosaan di bawah umur ini, akan tetapi harus tetap mematuhi rambu-rambu Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA).

“Pemantauan atas perkara dugaan pemerkosaan anak di bawah umur tersebut  tidak boleh lengah,  tetapi pemberitaannya perlu memperhatikan PPRA” ujar Junaidi.

Junaidi pun minta agar aparat penegak hukum dapat memroses perkara tersebut dengan cepat. Dan, jangan sampai ada alasan kehilangan jejak korban.

Jika perkara ini sampai terhenti, Junaidi akan mengajak Komnas Perempuan, P2TP2A, maupun Yayasan dan LBH yang fokus pada pendampingan perempuan untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPA).

“Melihat situasi pelaku, memang butuh keberanian. Terduga pelaku yang dikenal mempunyai saudara kembar ini, dikenal sangat licin. Premanisme dan prilaku menyimpang ini, sepertinya sudah merupakan hal biasa. Tak mudah bagi korban untuk bersuara dan membongkar kasusnya, untuk itu kita harus berpihak padanya, pada keberaniannya melaporkan peristiwa tersebut, kita harus melindungi korban dan saksinya,” kata Bang Edy, sapaan akrab Ketua SMSI Banten ini.

Untuk diketahui, saat dikonfirmasi awak media jaringan SMSI terkait keseriusan aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini,  Kanit V PPA Polres Cilegon Iptu Kartika Puji Rahayu meminta awak media untuk mengkonfirmasikan langsung ke  Kapolres, Waka, atau Kasat Reskrim, karena beliau-beliau itu atasan merupakan atasannya, dan karena ini adalah kasus di bawah umur.

“Mohon  izin’ langsung saja ke Pak Kapolres, Takut salah kita,  ada pimpinan Pak Kapolres, Wak dan Kasat. Silahkan Ke beliau saja, karena ini kasus anak di bawah umur,” tulis Iptu Kartika lewat WhatsApp-nya.

Begitu juga dengan Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Maryadi, SH, saat dikonfirmasi awak media jaringan SMSI beberapa waktu lalu, dengan singkat menjawab  pesan WhatsApp wartawan.

“Nanti perkara atau kasus dugaan pencabulan di bawah umur ini kami progres dulu ya. Nanti kami  kabari perkembangannya”, jawabnya singkat. (1st/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sidang putusan etik Dewas KPK ditunda

Jakarta, SUARA TANGERANG – Sidang  putusan etik Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com