Pengusiran Bawaslu, Adib: Bisa dipidanakan, dan ini noda bagi paslon

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Pesta demokrasi Pemilihan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tercederai oleh ulah oknom tim sukses (timses) salah satu pasangan bakal calon dalam acara deklarasi yang  belum lama ini digelar.

Dua anggota Bawaslu yang hadir untuk melakukan tugasnya sebagai pengawas pada acara deklarasi tersebut, diusir oleh oknum timses yang pasangan bakal calon (bacalon) itu.

Menurut Akademisi Universitas Islami Syech Yusuf (UNIS) Tangerang, Adib Miftahul, sikap berlebihan timses pasangan bacalon yang dimaksud telah mencederai dan menodani pesta demokrasi yang sebentar lagi akan digelar di Tangsel. Karenanya, ia sangan menyesalkan peristiwa pengusiran 2 anggota Bawaslu yang tengah bertugas itu.

Lanjutnya, Bawaslu itu kan merupakan lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah sebagai wasit dalam gelaran pesta demokrasi seperti Pilwalkot Tangsel, kenapa kehadirannya di acara deklarasi salah satu pasangan bacalon itu diusir?

“Masa iya, wasit diusir oleh pemain, kalau benar peristiwa tersebut terjadi, maka ini merupakan bentuk intimidasi terhadap lembaga Bawaslu. Saya sendiri baru membacanya dari media online terkait peristiewa tersebut, dan saya sangat menyesalkannya,” terang Adib, Selasa (18/8).

Menurut Adib, dugaan pengusiran 2 anggota Bawaslu Tangsel saat deklarasi salah satu pasangan bacalon wali kota dan wakilnya tersebut, sangat memperihatinkan.

“Yang pasti ini akan memberikan dampak elektoral bagi pasangan tersebut, dan merugikan. Publik Tangsel akan melihat berita di media massa bahwa timses bisa arogan,” paparnya.

Ditengah rangkaian kontestasi Pilwalkot, diakui Adib, seharusnya para timses bisa menjadi penyambung lidah atau pedagang handal agar produk yang didagangkannya laku terjual, supaya bisa dibeli atau memperoleh efek elektoral dari pasangan bacalon yang dipromosikan kepada rakyat Tangsel.

Sedangkan terkait dugaan adanya intimidasi dan pengusiran kepada petugas Bawaslu, Adib mengatakan ini merupakan pelanggaran terhadap Undang-undang, karena Bawaslu merupakan petugas atau bagian dari penyelenggara pemilu.

“Sesuai undang-undang Pilkada UU Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 198A tentang Pilkada bahwa menghalangi petugas pemilu bisa di pidana. Maka Bawaslu Tangsel harus tegas bergerak melakukan penyelidikan”, tegasnya.

Sebagai lembaga resmi pemerintah, Bawaslu diakui Adib tidak bisa melihat ini sebagai hal biasa, namun harus serius dan melanjutkannya ke ranah hukum.

“Harus diusut tuntas, agar mereka petugas yang dilindungi oleh UU bisa bekerja maksimal serta menjadi pesan penting, bahwa berdemokrasi harus mengedepankan cara elegant dan fairness. Proses jalan demokrasi itu harus bermartabat,” pungkasnya. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Deklarasi dukungan, Bang Japar Tangsel siap menangkan Benyamin-Pilar

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG –  Jawara dan Pengacara Komando Wilayah Tangerang Selatan atau Bang Japar ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com