Kemiskinan Kota Tangsel terendah di Banten, Pilar: Keberhasilan yang dicapai harus dilanjutkan

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG –  Prestasi, apresiasi, hingga pencapaian membanggakan terus diukir Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel). Selama periode kepemimpinan Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie.

Terihitung sejak kepemimpinan keduanya, Tangsel terus bergerak maju.  Komitmen untuk terus membangun, mendampingi dan memberdayakan masyarakat, serta melayani dan meningkatkan pelayanan di seluruh sektor membuat kota hasil pemekaran Kabupaten Tangerang ini semakin berkembang.

Di Provinsi Banten, kota yang didirikan sejak 11 tahun lalu ini, hingga kini masih memegang status sebagai wilayah dengan persentase kemiskinan terendah. Pada 2019 misalnya, persentase kemiskinan di Tangsel hanya mencatatkan 1,68 persen. Di posisi kedua ada Kota Cilegon dengan 3,03 persen. Ada disparitas yang cukup menonjol, yakni sebesar 1,35 persen. Dengan Kabupaten Pandeglang, salah satu wilayah di Banten dengan persentase kemiskinan tertinggi, perbedaannya bahkan mencapai 7,74 persen. Itu karena persentase kemiskinan di Kabupaten Pandeglang pada 2019 sebesar 9,42 persen.

Dalam skala nasional, masyarakat Tangsel patut berbangga. Itu karena kota ini juga memiliki angka kemiksinan terendah di Indonesia. Catatan Badan Pusat Statitik (BPS) pada Maret 2017, Tangsel menjadi satu-satunya kota dengan persentase kemiskinan sekadar 1,76 persen dari total populasi. Di peringkat kedua diisi Kota Sawah Lunto dengan 2,01 persen. Bahkan pada tahun 2018 dan 2019 posiai kemiskinan di Tangsel turun dari 1,76 menjadi 1,68.

Menukil kajian BPS juga Bank Dunia, ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat kemiskinan di suatu daerah, seperti kenaikan upah pekerja, ketersediaan lapangan pekerjaan, termasuk program kesejahteraan sosial. Namun, dari sejumlah faktor yang membuat rendahnya angka kemiskinan di suatu daerah, muaranya selalu mengarah pada komitmen dan kinerja kepala daerahnya.

Menanggapi data dan fakta terkait rendahnya tingkat kemiskinan di Tangsel, calon wakil wali kota Pilar Saga Ichsan memberi apresiasi mendalam. Menurutnya warga Kota Tangsel harus melanjutkan keberhasilan itu. Pilar menyinggung adanya tokoh yang akan ikut kontestasi Pilkada Tangsel dan menyebut dirinya miris melihat kemiskinan di Tangsel adalah hal yang mengada-ada. Pilar mengaku heran, orang itu memakai data dari mana. Jangan-jangan asal bicara saja.

“Apa yang sudah ditorehkan Bu Airin dan Pak Benyamin sudah selayaknya dilanjutkan. Ini yang harus dipahami. Bukan justru mengganti program atau menerapkan konsep baru. Kita harus lanjutkan yang sudah bagus. Karenanya, bersama Pak Ben, saya berkomitmen untuk melanjutkan dan menyempurnakan sejumlah pencapaian yang telah dibuat Tangerang Selatan,” jelas Pilar kepada media di Kawasan BSD City, Senin (24/8) siang. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tak penuhi syarat program RUTHL, rumah Nuraini tak bisa diperbaiki

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG –  Nuraini (42) warga Kampung Jaletreng RT 03/03, Kelurahan Serpong, Kecamatan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com