Polda Banten ungkap kasus penyebaran foto dan video asusila anak di bawah umur

Serang, SUARA TANGERANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten mengungkap dan menangkap pelaku penyebar foto dan video bermuatan asusila anak di bawah umur yang di unggah di media sosial.

Menurut Dir Reksrimsus Polda Banten Kombes Pol. Nunung Syaifuddin, berdasarkan laporan dari korban dengan Nomor LP/257/VIII/RES.2.5./2020/BANTEN/SPKT I Tanggal 14 Agustus 2020; Polda Banten berhasil mengamankan satu orang tersangka yaitu RK (22) warga Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung, dengan status sebagai mahasiswa.

“Sesuai keterangan para saksi, personel Ditreskrimsus Polda Banten berhasil mengamankan tersangka RK (22)  beserta barang bukti berupa 1 (bundle) screen shoot percakapan WhatsApp antara korban dengan pelaku, 1 unit hand phone milik korban yang digunakan komunikasi dengan pelaku, dan 1 unit hand phone milik tersangka berikut dengan kartu selular pada saat komunikasi dengan korban,” beber Nunung Syaifuddin yang didampingi Kabidhumas Kombes Pol Edy Sumardi, Rabu (26/8) saat menyampaikan penjelasan kepada awak media di ruang press conference Polda Banten.

Lebih lanjut Kombes Nunung menyampaikan, berawal dari korban Sdr JL (dibawah umur) menerima pertemanan akun Facebook atas nama D dengan link url https://www.facebook.com/xxx pada bulan juni 2020 untuk tanggalnya korban lupa, pertemanannya diterima dengan menggunakan akun facebook miliknya pribadi atas nama J dengan link url https://www.facebook.com/xxx, dan mereka saling berkomunikasi menggunakan media social Facebook sampai dengan bulan juli 2020 untuk tanggalnya korban lupa, pemilik akun Facebook atas nama Desfi tersebut meminta nomor WhatsApp melalui Inbox Facebook, dan korban langsung memberikan nomor selular miliknya dengan alasan, yang bersangkutan hanya menjawab untuk komunikasi, setelah korban memberikan nomor WhatsApp pribadi dengan nomor 083829144xxx, setelah itu muncul nomor baru pada hand pone korban dengan nomor 0895230086xxx yang mengaku atas nama KK LIZA als (tersangka) RK (22)

“Tidak lama kemudian pemilik nomor WhatsApp tersangka meminta korban untuk melakukan foto tanpa busana, dengan bujuk rayu tersangka akhirnya korban berfoto dan video dengan tanpa busana dan korban kirimkan melalui pesan WhatsApp dan inbox ke Facebook. Sekitar tanggal 30 Juli 2020, pukul 13.00 Wib korban diinformasikan oleh temennya bahwa beredar foto korban dengan tanpa busana di akun Facebook atas nama J url https://www.facebook.com/xxx miliknya, dan ketika korban membuka akun Facebook tersebut sudah tidak bisa digunakan kembali, dan video tersebut sudah beredar di lingkungan sekolah korban,” ungkap Kombes Pol Nunung.

Nunung Syaifuddin pun menjelaskan, dari hasil penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana ITE dan berdasarkan laporan Polisi dari pelapor pada tanggal 14 Agustus 2020, Tim Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Banten melacak keberadaan terakhir pemilik akun Facebook atas nama D.

“Setelah diketahui keberadaan pemilik akun Facebook atas nama D, pada hari Rabu, 19 Agustus 2020 sekitar pukul 20.15 Wib di Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Tim Subdit V Siber melakukan penangkapan terhadap pemilik akun Facebook atas nama D, yang kemudian pemilik akun tersebut diketahui milik Sdr RK,”

“Tersangka RK ditangkap dan diamankan Tim Siber Ditreskrimsus Polda Banten di bawah pimpinan AKP Asep Ariful Bahri, SH.,MM, selanjutnya tersangka RK dibawa ke Ditreskrimsus Polda Banten untuk dimintai keterangan serta proses penyidikan lebih lanjut,” jelas Nunung Syaifuddin.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan modus dari pelaku yaitu melakukan pertemanan melalui media sosial Facebook yang selanjutnya bertukar nomor WhatsApp, setelah korban terbujuk rayu dan mau membuka busananya, tersangka meminta untuk melakukan kegiatan seksual dengan dikirimkan melalui pesan WhatsApp dan jika permintaan tersangka itu tidak dipenuhi, tersangka mengancam akan memviralkan video bugil tersebut dengan menggunakan akun Facebook milik korban, sehingga seolah-olah korban sendiri yang mengupload video tersebut ke dalam media sosia Facebook.

“Motif dari tersangka RK (22) untuk mendapatkan kepuasan sendiri dengan mengoleksi foto dan vidio anak di bawah umur tanpa busana yang selanjutnya digunakan tersangka untuk mastrubasi,” ujar Edy Sumardi

Atas perbuatannya, tersangka RK (22) dikenai Pasal 37 UU RI NO 44 Tahun 2008 tetang Pornografi, Pasal 76 i UU RI Nomor 23 Tahun 2020 tentang Perlindungan Anak, Pasal 45 ayat (1) Jo 27 ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana maksimal 16 tahun penjara dan denda 1.000.000.000 (satu miliar).

Terakhir, Edy Sumardi menghimbau kepada orang tua agar selalu mengawasi penggunaan gadget atau hp  yang digunakan anak-anaknya.

“Terkait kasus ini, saya mengimbau kepada seluruh orang tua khususnya yang berada di wilayah hukum Polda Banten agar selalu memantau atau mengawasi anaknya jangan sampai ada lagi korban kasus seperti ini,” pungkas Edy Sumardi. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

ICW: Ada rekam jejak Rahayu Saraswati di kasus ekspor benur

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Dugaan keterlibatan Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rahayu ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com