Sumber: Pinterest

Kapabilitas dan Kredibiltas Informasi di Tengah Pandemi

SUARA TANGERANG – Di tengah kemajuan teknologi dan informasi di era digital ini, semua orang sangat mudah mengakses informasi. Mulai dari media konvensional seperti surat kabar dan radio, kemudian ke media digital seperti portal berita online, hingga melalui media sosial. Setiap individu saat ini sebagai pelaku digital, dapat berperan sebagai penyerap informasi, hingga menjadi penyebar informasi. Namun ternyata justru kemudahan digital ini menjadi pedang bermata dua. Mengapa? Karena kemudahan arus informasi dan akses yang dimiliki maka akan sangat banyak informasi yang tersalurkan. Tidak ada yang salah mengenai hal ini, namun yang perlu diperhatikan adalah isi atau konten informasi yang tersalurkan. Maraknya informasi yang tidak pasti kebenarannya di era modern ini sangatlah banyak, hal tersebut bahkan kerap juga disebut sebagai hoaks.

Setiap orang tentunya berhak untuk berperan dalam kegiatan berbagi informasi, atau juga kita kenal sebagai kegiatan jurnalisme. Bahkan jauh sebelum itu, jurnalisme telah hadir di masyarakat secara organik dan sejak lama. Karin Wahl-Jorgensen dan Thomas Hanitzsch dalam The Handbook of Journalism Studies (2009) menjelaskan bahwa jurnalisme telah hadir di masyarakat kita sejak orang-orang menyadari bahwa setiap informasi mengenai diri mereka harus dibagikan dengan orang lain. Maka dari itu akan sangat wajar di era modern dengan segala kemudahan teknologinya orang-orang juga berperan aktif dalam pembagian dan penerimaan informasi.

Namun kapabilitas dan kredibiltas kita yang berperan sebagai penyebar informasi harus sangat-sangat diperhatikan. Dalam dunia jurnalisme terdapat prinsip-prinsip jurnalisme. Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam The elements of journalism: what newspeople should know and the public should expect (2001) menjelaskan bahwa dalam jurnalisme terdapat 9 elemen atau prinsip penting. Dari prinsip-prinsip tersebut terdapat bahwa jurnalisme harus mengangkat kebenaran dan juga melalui verifikasi. Prinsip dasar ini juga yang harus digarisbawahi oleh kita pengguna media sosial khususnya, yang kerap kali menyebarkan informasi. Kita harus mengetahui dan memverifikasi kebenaran yang ada dari informasi tersebut.

Kemudian yang menjadi perhatian khusus adalah peran para influencer atau tokoh publik yang memiliki banyak pengikut di media sosial. Mulai dari musisi, selebgram, artis, dan mereka lainnya yang memiliki banyak pengikut. Beberapa waktu lalu di Indonesia digegerkan dengan adanya wawancara antara seorang musisi dengen narasumber yang mengaku sebagai seorang profesor. Pembahasan yang digali juga tidak sembarangan, yaitu mengenai telah ditemukannya obat atau herbal untuk menyembuhkan virus Covid-19. Setelah ditelusuri ternyata sang narasumber yang mengaku sebagai profesor tersebut tidak ditemukan kredibilitas sebagai profesor di institusi manapun. Maka informasi yang disampaikan juga dianggap sangat tidak kredibel. Sang musisi yang membuka forum juga sebenarnya bukan kapabilitasnnya untuk membahas mengenai isu kesehatan. Maka dari itu kita sebagai pengguna media sosial harus sadar akan etika penggunaan dan penyaluran informasi. Apakah kita sudah cukup kredibel dan berkapasitas untuk menyalurkan informasi tertentu? Maka dari itu kita harus bijak dalam menggunakan media sosial. (*)

*) Stevanus Febryanto / Content Writer / Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta / Publisis Bentang Pustaka

Stevanus Febryanto, lahir di Tangerang 10 Februari 1998. Anak tunggal dari keluarga sederhana tersebut merupakan lulusan Sastra Indonesia dari Universitas Sanata Dharma. Saat ini ia sedang menempuh studi lanjut pada program Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Pengalamannya 2 tahun menjadi Reporter Radio dan saat ini bekerja sebagai Content Writer & Publisis di suatu perusahaan penerbitan di Yogyakarta menjadi bekal dan pendidikan yang ditempuhnya menjadi jembatan untuk mencapai cita-citanya mendirikan dan memiliki sebuah media independen bagi generasi muda.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Amuk Orang Gila, Apakah By Design?

SUARA TANGERANG – Syeikh Ali Jabir ditusuk (13/9). Di atas podium. Beberapa menit jelang ceramah ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com