Dinilai menyulitkan, MUI tolak sertifikasi dai

Jakarta, SUARA TANGERANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam pernyataan tertulisnya mengimbau kepada semua pihak agar tidak mudah mengaitkan masalah radikalisme dengan ulama, dai / muballigh dan hafizh serta tampilan fisik atau performance  dari mereka yang lantang menyuarakan amar makruf nari munkar  bagi kehidupan berbangsa dan negara.

Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal, Dr H Anwar Abbas MM MAg dan Wakil Ketua Umum, KH Muhyiddin Junaidi MA tersebut, MUI  juga menyikapi rencana program sertifikasi dai / muballigh atau program dai/ muballigh bersertifikat sebagaimana direncanakan Kementerian Agama.

Menurut MUI, rencana tersebut  telah menimbulkan kegaduhan, kesalahpahaman dan kekhawatiran akan adanya intervensi Pemerintah pada aspek keagamaan yang dalam pelaksanaan dapat menyulitkan umat Islam dan berpotensi disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu sebagai alat untuk mengontrol kehidupan keagamaan.

“Oleh karena itu MUI menolak rencana program tersebut,” tegas MUI dalam pernyataan sikap yang diterima suaratangerang.com, pada Selasa (8/9).

Namun, jika program yang dimaksud adalah untuk meningkatkan wawasan atau kompentesi dai/muballigh terhadap materi dakwah atau tabligh, terutama materi keagamaan kontemporer,  seperti ekonomi syari’ah, bahan produk halal, wawasan kebangsaan dsb. MUI dapat memahaminya.

“Namun, prgram tersebut diserahkan sepenuhnya kepada ormas/kelembagaan Islam termasuk MUI dan pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk itu,” demikian salah satu bunyi pertanyaan sikap MUI. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kebijakan rem darurat, Pemprov DKI Jakarta tetapkan kembali PSBB

Jakarta, SUARA TANGERANG  – Sebagai langkah kebijakan rem darurat (Emergency Brake Policy), Gubernur Provinsi DKI ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com