Benyamin minta pendukungnya tetap santun dan tak terprovokasi isu negatif

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Praktik politik intimidatif, provokatif, juga disertai fitnah mulai mewarnai jalannya tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel). Belum lama ini, atribut atau alat peraga sosialisasi terkait pencalonan Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Masalahnya, praktik vandalisme bukanlah satu-satunya strategi politik culas yang dipakai untuk menjatuhkan lawan, terutama menyasar pasangan Benyamin-Pilar. Cara lain yang tak terpuji seperti menyebarkan berita bohong atau hoax pun dilakukan sebagai strategi politik culas yang dimaksud. Musababnya beragam, salah satunya karena fakir ide dan gagasan, sehingga segala cara dipakai, dengan tujuan untuk memenangkan kontestasi Pilkada yang akan digelar Desember mendatang .

Meski diterpa beragam isu negatif, termasuk yang bernada provokatif, intimidatif, juga fitnah, Calon Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie tetap meminta para pendukungnya untuk tidak terpancing dan meladeni cara yang tak terpuji tersebut.

Calon Wali Kota yang diusung oleh partai Golkar dan didukung oleh PPP, Gelora dan PBB ini terus mengingatkan para pendukungnya untuk tetap menerapkan politik santun. Menurut Benyamin, yang merupakan salah satu pemrakarsa pemekaran Kota Tangsel ini, mengatakan beragam terpaan yang menyerang pencalonannya bersama Pilar merupakan bagian dari perjuangan. Bersama Pilar, Benyamin berkomitmen untuk melanjutkan semua pencapaian dan keberhasilan yang dibuat Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel selama kepemimpinan Wali Kota Airin Rachmi Diany selama dua periode kepemimpinannya.

“Saya terus meminta dan mengingatkan kepada para pendukung Benyamin-Pilar untuk tidak terpancing serangan-serangan negatif. Kita harus tetap rendah diri, mengutamakan kesantunan dalam berpolitik,” kata Benyamin saat ditemui di kawasan BSD City, Rabu (16/9).

Sementara itu, pemerhati Pilkada Tangsel Agusta Surya Buana mengapresiasi sikap Benyamin yang tak terpancing isu negatif. Menurut Agusta, praktik politik negatif memang harus dilawan dengan politik santun. “Apa yang dilakukan Pak Benyamin dengan terus mengingatkan pendukungnya agar tetap berpolitik santun merupakan pendidikan politik yang luar biasa. Karena jika politik negatif dilawan dengan cara serupa, maka tidak akan ada pelajaran untuk masyarakat. Yang ada, tingkat partisipasi akan menurun,” kata Agusta saat dimintai komentarnya, Rabu (16/9).

Dalam kontestasi pesta demokrasi, Agusta melanjutkan, sangat diperlukan sosok kandidat seperti yang dicontohkan Benyamin, yakni merespons beragam serangan dan isu negatif dengan kesantunan. Pilkada, ia mengingatkan, seharusnya membawa kebahagiaan bagi masyarakat, bukan justru membuat masyarakat kehilangan simpati hingga tak mau berpartisipasi.

“Saya pikir masyarakat Tangsel sudah semakin cerdas. Pemilih tidak akan membuka ruang untuk kandidat yang masih menggunakan cara-cara tak terpuji untuk memenuhi hasrat politiknya. Sebaliknya, kandidat yang terus mencontohkan kesantunan, termasuk mengutamakan ide dan gagasan, akan banyak mendapat simpati dan dukungan publik,” tutur Agusta. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Deklarasi dukungan, Bang Japar Tangsel siap menangkan Benyamin-Pilar

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG –  Jawara dan Pengacara Komando Wilayah Tangerang Selatan atau Bang Japar ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com