BREAKING NEWS

Adib Miftahul: Petahana tinggal lanjutkan, penantang butuh formula ‘ekstraordinari’ untuk membangun Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan yang berkontestasi dalam Pilkada Tangsel 2020 mulai tebar pesona dengan memaparkan gagasan mereka dalam bentuk visi misi tentang  pembangunan Kota Tangsel untuk lima tahun di berbagai forum yang disediakan untuk itu.  Salah satunya adalah forum pemaparan visi misi yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tangsel dan Serikat media Siber Indonesia atau SMSI, pada Rabu (14/10) kemarin di Hotel Aviary, Kawasan Bintaro, Pondok Aren, Tangsel.

Paslon nomor urut 1 Muhamad-Rahayu Saraswati, dan paslon nomor urut 2 Siti Nur Azizah-Ruhamaben serta paslon nomor urut 3 Benyamen Davnie-Pilar Saga Ichsan terlihat hadir dalam forum bergengsi tersebut.

Adu gagasan ini pun telah menyita perhatian tersendiri dari Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul yang  menjadi salah satu panelis dalam pemaparan visi misi tersebut. Diakui Adib, bahwa ada yang fundamental dan menjadi perhatiannya saat menyimak bagaimana para calon Wali Kota dan Wakilnya menyampaikan pendapat mereka.

“Menarik dicermati bagaimana para penantang dari pasangan petahana, yaitu Benyamin Pilar, mengurai arah pembangunan mendatang, mengingat Tangsel yang kini berkembang sebagai wilayah penyangga DKI Jakarta dan masyarakat urban hidup didalamnya,” terang pria yang juga sebagai dosen Fisip Unis Tangerang ini.

Misalnya menurut Adib, ketika kita masih didengarkan adanya gaya politik primordial kedaerahan yang disampaikan oleh Muhamad menjadi salah satu hal yang menarik, karena kita saat ini dihadapkan dalam kemajuan pesat pembangunan dan gaya masyarakat urban.

“Ada aneksasi politik yang menurut saya cenderung mundur disampaikan oleh sang mantan Sekda Kota Tangsel tersebut. Ketika kita membicarakan bagaimana Tangsel dalam kota smart yang penuh peradaban teknologi, namun kita mendapat sajian hal yang di luar dugaan,” paparnya.

Namun demikian  itulah konsep pasangan nomor urut 1 ini memaparkan Tangsel yang akan mereka bangun dengan berbasis gender dan lahirnya subsidi bagi masyarakat kurang mampu.

“Meski uraiannya susah dicerna, namun kita apresiasi bagaiman pasangan ini akan membangun Tangsel ke depan,” jelasnya.

Sedangkan penantang berikutnya Siti Nur Azizah – Ruhamaben. Diakui Adib,  memiliki bahan presentasi yang sedikit lebih baik bila dibandingkan penantang sebelumnya, dimana Azizah mengurai adanya ketimpangan antara kehidupan perkampungan dan perkotaan yang sangat lebar.

“Nah ini real, salah satu yang nyata dalam masyarakat urban pada umumnya tak terkecuali Tangsel. Tapi semua ini butuh solusi real, bukan dihayalkan penyelesaiannya, bahwa mensinkronkan kemajuan di bagian tertentu dengan wilayah bagian lainnya bukan hanya di power point semata, karena uraian ini juga tidak detail,” tegas Adib.

Adib mengakui adanya pola pemberian intensif untuk RT dan dana pembangunan 100 juta untuk RW serta majlis taklim yang ditawarkan Azizah – Ruhamaben butuh kemampuan manajerial yang kuat.

“Uang tunai untuk RT sangat menarik karena ini bisa menjadi asupan marketing politik. Tapi ingat, kalau dana  pembangunan tingkat RW sangat memungkinkan terjadi tumpang tindih kewenangan dengan kelurahan dan kecamatan, pengertiannya banyak leading sektor yang berbeda,” paparnya.

Sedangkan petahana diakui Adib, suka atau tidak suka, sangat jelas bagaimana pasangan ini akan melanjutkan pembangunan sisa peninggalan wali kota sebelumnya. Dalam pengertian bahwa terdapat sedikit berbeda dari visi misi yang relatif baru dari para penantangnya.

“Suka atau tidak suka, ini yang susah terbantahkan karena pasangan Benyamin Pilar adalah petahana, jadi konsep bagaimana Tangsel ke depan hanya akan memprioritaskan arah pembangunan berkelanjutan, yang tidak perlu harus dijelaskan lagi, karena dia masih berkuasa,” terang Adib.

Maka itu tambah Adib, butuh visi misi dan formula extraordinary serta kerja keras untuk mengalahkan petahana, yang tak sampai dua bulan mempunyai waktu untuk meyakinkan pemilih di Tangsel untuk menjatuhkan pilihannya.

Diketahui, dalam pemaparan visi misi ini, dihadirkan pula panelis yang berasal dari  tokoh pers nasional, Hendry CH Bangun, dan Dosen Fisip UIN Syarif Hidayatullah, Saifuddin Asrori. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ini 3 prioritas pasangan Ben – Pilar dalam menangani pandemi Covid-19

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG –  Calon Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengapresiasi peran ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com