Pengamat: Black campaign dan saling lapor warnai Pilkada Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan 2020 hingga kini semakin memanas, ini terlihat dengan adanya saling lapor dari pasangan calon (paslon) dan timsesnya, baik itu ke Bawaslu atau ke Kepolisian.

Laporannya beragam, mulai dari postingan di media sosial, pernyataan di media massa, hingga perusakan APK paslon dan lainnya.

Menurut Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Miftahul Adib, hal tersebut tidaklah produktif, karena paslon dan timsesnya hanya mencari sensasi politik dan populisme lewat aktivitas black campaign.

Karenanya, Adib menyarankan agar hal itu semua harus segera di hentikan.

“Terkait saling lapor ke Bawaslu dan polisi soal materi materi kampanye hitam alias black campaign harus bisa rem, baik paslon dan atau timsesnya, mereka juga harus menertibkan para pendukungnya, agar benar-benar Pilkada ini menjadi kontestasi yang sehat,” ujarnya. Rabu (28/10).

Adib juga mengungkapkan kontestasi demokrasi yang baik dan benar akan menjadi pesta untuk memilih siapa pemimpin yang bakal dipilih oleh rakyat. Instrumen Pilkada sudah jelas aturannya, Bawaslu dan atau Gakkumdu adalah pengawas dan penegak dari aturan yang dilanggar, dan harus ditindak tegas.

“Jika ada black campaign atau dana dilanggar, ya Gakkumdu yang terdiri dari Bawaslu polisi dan lain-lain harus bertindak tegas ini atas nama demokrasi yang marwahnya harus dijaga,” paparnya.

Adib melanjutkan, berdasarkan amatannya, hasil Pilkada Tangsel nanti berpotensi dibawa ke Mahkamah Konsitusi (MK), pastinya sangat besar dan ini bukan hanya terjadi di Pilkada Tangsel saja. Namun, Adib jika tidak memiliki bukti-bukti yang kuat untuk dibawa ke MK, tentunya tidak akan merubah hasil Pilkada.

“Potensi hasil Pilkada Tangsel dibawa ke MK dari yang merasa dirugikan, pasti sangat besar. Kalau dilihat dari situasi saat ini, ya pasti ada ke MK,” tandasnya.

Namun Adib mengingatkan di MK banyak pembuktian yang harus disiapkan oleh paslon yang merasa dirugikan karena menganggap ada kecurangan. MK pasti akan melihat koridor hukum yang dilanggar dengan bukti, tidak semua kecurangan bisa dibuktikan saat di MK nanti.

“Selama tidak bisa membuktikan enggak dianggap, dua periode Pilkada Tangsel semuanya pernah ke MK. Untuk itu, paslon dan timsesnya harus berjuang keras, bermain pintar dan cerdas lah dalam memenangkan konteslasi ini, yang penting Pilkada Tangsel berjalan damai ya.” pungkas Dosen di UNIS Tangerang ini. (1st/H3n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pengamat: Timses tersangkut kasus hukum, elektabilitas Muhamad – Saras bisa merosot

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Darmo Bandoro, mantan Plt Lurah Bakti Jaya, yang juga merupaka ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com