Pemulihan ekonomi, pemerintah terus berupaya bangkitkan sektor UMKM

Jakarta, SUARA TANGERANG  – Pemerintah terus berupaya membangkitkan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam rangka pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya menyatakan, di Indonesia ada sekitar 63 juta usaha mikro, 783 ribu usaha kecil, 60 ribuan usaha menengah dan 5 ribuan usaha besar.

Dampak Covid-19 terhadap UMKM diantaranya, penjualan menurun dan permasalan bahan baku terganggu. Koperasi pun hampir sama situasinya.

Menurut dia, sektor yang paling terdampak memang pada penyediaan akomodasi, makan dan minum, pedagang besar, eceran dan industri pengolahan.

Kementerian Koperasi dan UKM pun telah melakukan langkah- langkah guna membangkitkan sektor UMKM diantaranya, bantuan sosial, relaksasi dan restrukturisasi kredit, insentif pajak, digitalisasi UMKM, pembiayaan modal kerja, aktivasi dan perluasan penyerapan pasar dan konsolidasi brand.

“Untuk menjaga perekonomian di tengah pandemi, Kementerian Koperasi dan UKM sudah menyediakan langkah- langkah diantaranya bagi UMKM yang sudah bangkrut itu harus dibantu dengan bantuan langsung tunai,” kata Eddy dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) Satu Tahun Joko Widodo – Ma’ruf Amin, dengan tema ” Reformasi dan Transformasi Ekonomi” di Ruang Serbaguna Lantai 1, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Jalan Medan Merdeka Barat No.9 Jakarta, Rabu (11/11) lalu.

Sedangkan UMKM atau koperasi yang masih beroperasi akan direstrukturisasi mulai dari kreditnya, pinjaman, masa pembayaranya, serta diberikan subsidi bunga.

Selain itu, disediakan juga bantuan yang diutamakan untuk sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan. Di mana sektor yang menjadi tulang punggung ini di kuartal II dan III mampu tumbuh positif.

Kemudian bertahap bantuan untuk usaha dibidang kesehatan misalnya, refleksi, salon dan lainnya. “Kita siapkan langkah- langkah itu. Kita masih di dalam new normal, kita juga menyiapkan keberlanjutan, salah satunya bagaimana kita branding UMKM kedepan,” jelas dia.

Pihaknya pun terus mendorong UMKM dapat mengoptimalkan teknologi digital agar dapat menjalankan usahanya dari rumah dan terhubung ke ekosistem digital.  Pasalnya, baru sekitar 14 persen UMKM di Indonesia yang konektif dengan platform digital. “Jadi sekitar 8 jutaan UMKM yang terhubung ke dunia digital ini yang harus kita tingkatkan,” papar dia.

Turut tampil sebagai narasumber Diskusi Media FMB9 adalah Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu dan Sekretaris Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI, Adriani SE. MA. (1st/psp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bank DKI sabet 3 penghargaan BUMD Marketeers Award 2020

Jakarta, SUARA TANGERANG – Bank DKI meraih 3 penghargaan sekaligus pada BUMD Marketeer Awards 2020 yang ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com