Pemerintah Tangerang Raya menunjang kebutuhan informasi penyandang disabilitas

SUARA TANGERANG – Seperti yang kita pahami bahwa orang penyandang disabilitas adalah seseorang yang memiliki kebutuhan khusus yang tidak seperti kebutuhan orang lain pada umumnya. Sehingga tak jarang kita temui bahwa pada kenyataannya di masyarakat umum terdapat banyak diskriminasi untuk mereka yang sebenarnya membutuhkan kebutuhan yang lebih dari pada masyarakat umum. Seperti kebutuhan kursi roda, tongkat penyandang untuk berjalan dan peralatan lainnya. Diskriminasi dirasakan oleh kaum disabilitas seperti pada bidang pendidikan, politik, dan sosial. Hal ini tentunya akan menghambat akses pada penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan dan hidup yang layak. Tak jarang juga kurangnya aksesbilitas dan mobilitas yang dimiliki oleh para penyandang disabilitas menimbulkan bentuk-bentuk diskriminasi lainnya.

Hak dan kewajiban yang dimiliki oleh setiap orang tentunya berbeda-beda, namun setidaknya kita harus dapat memenuhi kebutuhan hidup kita, tak terkecuali para penyandang disabilitas. Para penyandang disabilitas juga memiliki hak untuk mendapatkan hidup yang layak. Tidak hanya tunjangan peralatan, namun aksesbilitas dan kemudahan dalam mengakses informasi juga diperlukan bagi para penyandang disabilitas. Peran pemerintah tentunya diperlukan untuk menunjang dan memenuhi hak para penyandang disabilitas. Seperti yang dilakukan oleh pemerintah Tangerang Raya, terkhusus Kota Tangerang yang melakukan berbagai cara untuk menyandang kebutuhan penyandang disabilitas. DPRD Kota Tangerang telah menyiapkan dan menghadirkan regulasi terkait perlindungan hak bagi penyandang disabilitas.

Rancangan peraturan tersebut telah dibahas oleh panitia khusus yang selanjutnya akan disahkan dan menjadi peraturan daerah atau Perda bersama eksekutif. Anggota DPRD Kota Tangerang yang menjadi Anggota Badan Pembentukan Perda yaitu Saiful Bahri menjelaskan bahwa di wilayah Tangerang selama ini masih belum memberikan hak yang utuh dan memadai bagi para penyandang disabilitas. Mulai dari infrastruktur, sarana pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, hingga kemudahan akses informasi dan komunikasi. Berawal dari hal tersebut maka terciptalah Perda untuk mendorong terpenuhinya sarana fasilitas pelayanan yang lebih memadai dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Dijelaskan bahwa di Kota Tangerang sendiri berdasarkan data dari Dinas Sosial diperkirakan terdapat 2.254 orang penyandang disabilitas. Namun ternyata, jauh sebelum itu, sejak tahun 2015 telah dilakukan bimbingan sosial dan motivasi kerja bagi penyandang disabilitas yang dilakukan oleh pemerintah Kota Tangerang. Demi meningkatkan kemampuan dan fungsi sosial para penyandang disabilitas, Dinas Sosial Provinsi Banten, bekerja sama dengan Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Tangerang kerap mengadakan kegiatan bimbingan sosial dan motivasi kerja bagi para penyandang disabilitas. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan aksesbilitas para penyandang disabilitas terhadap berbagai bidang informasi, pendidikan, hingga lapangan kerja.

Kemudian selain Tangerang Kota, masih berasal dari Tangerang Raya, tepatnya di Tangerang Selatan, terdapat peningkatan aksesbilitas bagi para penyandang disabilitas. Peningkatan tersebut terkait hak pilih atau suara pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020. Angka penyandang disasbilitas untuk pemilihan kepala daerah Kota Tangerang Selatan tahun 2020 mengalami peningkatan dibandingkan pada pemilihan umum (Pemilu) 2019. Dijelaskan oleh bagian Divisi Program Data dan Perencanan KPU Tangerang Selatan, bahwa tahun ini terdapat 761 penyandang disabilitas yang memiliki hak suara, kemudian tahun lalu hanya sekitar 500-an. Hal ini menegaskan bahwa daerah Tangerang Raya telah memaksimalkan akses, fasilitas, dan pemenuhan kebutuhan khusus bagi para penyandang disabilitas. Diharapkan bahwa hal ini dapat terus ditingkatkan dan berjalan terus untuk kebaikan seluruh warga Tangerang Raya.

Ditulis oleh:
Stevanus Febryanto / Content Writer / Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta / Publisis Bentang Pustaka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

76 Tahun Merdeka, Indonesia Makin Terpuruk

SUARA TANGERANG – Usia 76 tahun, seseorang menikmati masa tuanya. Begitu seharusnya Indonesia. Namun, Indonesia ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com