Pengamat: OTT Menteri KKP bisa berimbas ke Pilkada Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Rabu dini hari bisa berimbas pada peta politik Pilkada Tangsel 2020.

Menurut Direktur Kajian Politik Nasional Adib Miftahul, jika menelisik data milik ICW yang terungkap ke publik beberapa waktu lalu, nama Rahayu Saraswati sebagai
kader Gerindra yang kini menjadi calon Wakil Wali Kota Tangsel berpasangan dengan Muhamad, diduga atau disebut sebagai pihak yang ikut menikmati kemudahan izin lobster dari kementrian terkait, kebetulan Menteri KKP adalah teman atau rekan satu partai dengan Rahayu Saraswati.

“Ini menarik sekaligus lucu juga ironis, jika memang sampai terjadi dan benar akan informasi tersebut, karena dampaknya bisa dirasakan dalam sekejap pada pertarungan politik di Tangerang Selatan,” ujar dosen Universitas Islam Syekh Yusuf Unis Tangerang, Rabu ( 25/11).

Diakui Adib, meski secara yuridiksi titik peristiwa penangkapan di Bandara Soekarno-Hatta dan kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan berada di Jakarta, namun gelombang dari peristiwa ini berangkat seperti yang saya jelaskan sebelumnya.

“Saya tidak mendoakan atau memprediksi, hanya membaca data informasi milik ICW yang menyebutkan adanya dugaan keterkaitan antara pengurus partai tertentu dalam kementrian tersebut berkaitan dengan kuota tertentu,” ujarnya.

Dikatakan Adib, jika rangkaian dugaan keterlibatan kader partai politik dalam hal kuota benur ini benar adanya, maka sangat disayangkan, karena kita tahu kalau Menteri yang dimaksud berasal dari partai yang sama dengan sang calon Wakil Wali Kota Tangsel bernomor urut 1 saat ini.

“Suka atau tidak suka, ini berimbas telak ke nama Rahayu. Ingat Pilkada Tangsel, cita rasa nasional loh. Elit politik tingkat pusat turun ke Tangsel, dan menjadi perhatian publik secara nasional. Dan ini jelas akan mempengaruhi elektoral paslon nomor urut 1 khususnya Rahayu yang diusung oleh Gerindra.” Paparnya.

Adib pun mengingatkan, kalau Gerindra merupakan salah satu partai yang sangat konsisten dalam menyuarakan pemberantasan korupsi dan mendapat kepercayaan sangat tinggi dari rakyat.

” Gembar gembor perubahan anti korupsi dan nepotisme akan dimaknai hanya jargon semata. Masyarakat tentunya akan menilai kalau janji itu hanya janji manis. Politik ya hanya perebutan kekuasaan, setelah itu bagi bagi kekuasaan.” terangnya.

Jelang masa pencoblosan pemilihan Wali Kota yang hanya tinggal beberapa hari lagi ini, rakyat Tangsel tentunya menghendaki adanya penjelasan akan peristiwa yang mendera Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dipimpin kader Gerindra tersebut.

” Saya kira Rahayu Saraswati harus menjelaskan soal ini kepada publik Tangsel. Jangan diam saja seperti selama ini. Karna kalau diam saja nanti dimaknai, bahwa betul dia menikmati kemudahan ekspor lobster melalui perusahaan yang nama dia disebut sebagai salah satu petinggi di PT tersebut, yang diduga menikmati privillage atau kemudahan izin lobster ini yang diduga sarat nepotisme itu. Penjelasan yang komprehensif bahwa posisi dia clear sangat dibutuhkan guna menatap 14 hari kedepan yang sangat menentukan,” paparnya. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Survei dan simulasi KPN: Golput unggul, Benyamin Davnie Wali Kota Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG РLembaga Kajian Politik Nasional (KPN) hari ini, Jumat (4/12) merilis hasil ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com