Muhamad – Sara ajukan gugatan ke MK, Direktur KPN: Rasanya agak pesimis bisa lolos

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Pasangan calon nomor urut Pasangan calon nomor urut satu Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara) berencana mengajukan gugatan sengketa atas hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Padahal, sebagaimana diungkapkan calon wali kota Muhamad setelah memantau hasil sementara real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan hitung cepat beberapa lembaga survei,  mengakui kemenangan Benyamin Davnie – Pilar Saga Ichsan di Pilkada Tangsel 2020.

“Untuk hasil kami sudah akui. Realita seperti itu. Berdasarkan hasil kami akui,” ujarnya di Posko Kemenangan Muhamad-Sara, Serpong, Tangsel, Kamis (10/12) lalu.

Menurut Direktur Kajian Politik Nasional atau KPN, Adib Miftahul, langkah yang diambil Muhamad – Sara ini merupakan upaya paling konstitusional yang diakui dan lindungi Undang-Undang.

Kata Adib, semangat demokrasi semacam ini, yang terjadi di Tangsel, layak untuk menjadi rujukan para politisi lokal di Indonesia, dimana menang kalah semuanya di tempuh dengan cara konstitusional.

“Upaya konstitusional yang menjadi pilihan Muhamad – Sara ini, patut diapresiasi,” ujar Adib, Jumat ( 18/12).

Diakui Adib, upaya konstitusi yang akan dilakukan pasangan ini dengan membawa hasil Pilkada Tangsel ke MK hendaknya dipikirkan dengan cara seksama dan detail. Mengingat aturan gugatan di MK juga sudah sangat jelas, berapa nilai ambang batas aturan main gugat yang bisa diterima MK.

“Melihat PKPU nomor 16 dan Peraturan MK nomor 6 Tahun 2020, jika ditarik di Tangsel dengan perolehan hasil perhitungan suara sah dari KPU, maka jarak atau gap suara antara pasangan Benyamin – Pilar dengan Muhamad – Sara lebih dari 5 persen, jadi rasanya agak pesimis bagi saya hal ini bisa lolos untuk disidangkan di MK,” papar Adib.

Tambah Adib, aturan gugat menggugat di MK itu berkaitan dengan sengketa Pilkada jelas rujukan dan aturan mainnya, bukan hanya seperti ibarat menyengketakan jumlah biji kacang semata ada berapa biji, namun lihat dulu konstruksi permasalahannya juga harus jelas.

“Tidak ada larangan hukum untuk mengadukan hasil ini ke MK, namun dari pada kita meraih dua kegagalan akan sangat mencatatkan tersendiri bagi diri dan juga masyarakat, kalah di KPU masa ditolak MK,” terang dosen Fisip itu.

Yang menjadi kekhawatiran tegas Adib,  adalah pasangan Muhamad-Saras ini justru lagi menjadi korban internalnya sendiri untuk menempuh jalur konstitusi menggugat hasil Pilkada.

“Padahal upaya ini adalah hanya sebatas menutup kelemahan atas ketidak berhasilan partai koalisi pengusung dalam mensukseskan kemenangan pasangan Muhamad – Sara, karena kita tahu pasangan ini diusung oleh koalisi gemuk partai, dimana dikalahkan dengan hanya satu partai,” paparnya. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Paripurna Istimewa HUT ke 28 Kota Tangerang, Arief sampaikan capaian penanganan Covid-19 dan infrastruktur

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Dalam rangka HUT ke 28 Kota Tangerang, DPRD Kota Tangerang ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com