Wabah Covid 19 – Vaksinasi dan Peralihan Historis Sistem Global

SUARA TANGERANG – Wabah Covid 19 muncul dari Wuhan. Hasil perbuatan manusia. Wabah ini tidak bersifat lokal. Tapi merambah ke setiap pelosok dunia. Karena akibat interaksi manusia sekarang yang sudah mengglobal.

Ketika Pak Widodo pergi ke Shanghai dan di Shanghai dia tertular dari keluarganya yang penduduk China, kemudian dia kembali ke Surakarta, maka otomatis jika dia berinteraksi dengan warga Surakarta, kena semua oleh medium Pak Widodo. Warga Surakarta yang kena yang belum sempat sadar kena, bepergian ke Bali, orang-orang Bali yang berinteraksi dengan dirinya pasti juga kena. Apalagi jika yang bersangkutan bersalaman, cipika-cipiki, ngobrol berdekatan, dlsb.

Karena itulah, mustahil menghentikan peredaran wabah penyakit menular hasil buatan manusia ini. Yang bisa hanya menangkis penularannya dengan kekuatan kekebalan alami fisik manusia. Seperti virus flu, yang kebal tidak mempan. Tapi yang lemah kekebalan tubuhnya, langsung tertular flu.

Di saat kebingungan dan kepanikan akibat geger Covid tahun 2019 dan sudah punya nama pula yaitu Sars-CoV-2 yang mungkin nanti ada Sars-CoV-3, 4, 5, dst, namanya manusia, adalah makhluk yang tidak semuanya berhati baik. Ada banyak manusia di dunia ini, umurnya dihabiskan untuk mengambil keuntungan.  Dan keuntungan yang paling langgeng, yaitu kekuasaan terhadap umat manusia.

Tanda-tanda bahwa wabah mendunia ini telah digunakan untuk ke arah penataan kekuasaan terhadap umat manusia secara global, sulit untuk ditutupi dari mata. Momentum masalah nyata global ini, memberikan jalan yang mulus bagi penguasaan total manusia individu per individu akibat dari beberapa hal berikut:

Pertama, dunia secara sistemik, terutama dari segi segi informasi, komunikasi, transportasi, keuangan, ororitas, bahkan kebudayaan, sudah matang integrasinya.

Kedua, fenomena teknologi komunikasi digital atau telekomunikasi seluler, memungkin kontrol yang efektif dan total kepada setiap individu. Dalam hal ini, beberapa penanda yang determinan, yaitu 5G, yang nanti akan terintegrasi dengan sistem kendaraan berbasis otomatis dengan tenaga listrik. Diramalkan, tahun-tahun akan datang, kendaraan umat manusia sudah beralih dari tenaga berbasis BBM kepada baterai listrik dan memudahkan sistem kontrol otomatis yang ditunjang teknologi seluler 5G.

Sekarang saja, Anda tidak akan tersesat mengantar pesanan dengan adanya aplikasi Google Maps yang membimbing dengan cermat dan detail. Jadi terbayang ke depan, umat manusia kaya dengan teknologi aplikasi dan itu semua basisnya adalah DA…. TA…. Siapa yang menguasai dan mengontrol data, maka dia berkuasa. Dan data, semakin spesifik semakin andal. Itulah sebabnya hubungan dan kontrol akan beralih kepada per individu. Bukan per kelompok, apalagi per bangsa. Maka istilah DATA MINING atau Pertambangan Data bahasa kitanya, jauh lebih berharga daripada pertambangan batubara.

Bisnis yang digarap oleh Gojek, Tokopedia, Bukalapak, Google, Amazon, Paypall, Alipay, DANA, OVO, Alibaba, Facebook, Grab, OYO, dst, merupakan bisnis berbasis DATA MINING. Data pribadi adalah sumber dan bahan baku bisnis mereka. Data pribadi basisnya lama-lama dari Nomor Kartu Penduduk beralih kepada retina mata. Dan akhirnya kepada DNA. Manusia dengan demikian, dengan teknologi kedokteran, komunikasi, transportasi, listrik, satelit, permesinan, robotik, intelijen artifisial, dsb, akan bisa sampai pada fase: KONTROL PENUH UMAT MANUSIA, individu per individu. Dengan basis algoritma, Anda ketika membuka facebook atau Google, diketahui kecenderungan dan selera konsumsinya, sehingga produk jualan yang muncul sesuai cakupan selera Anda.

Ketika proyek E KTP di zaman SBY yang mengambil korban nyawa dan korupsi tersebut terjadi, Indonesia sebenarnya sudah berjalan menuju kontrol manusia sedunia secara otomatis. Sekarang dengan vaksinasi, hal mana aspek tracing secara otomatis akan diterapkan sesuai keterangan Erick Tohir, Menteri BUMN dari Kabinet JOKOWI, maka percepatan kontrol manusia sedunia akan makin tak terhalangi.

Fenomena Covid 19, vaksinasi, mobil listrik, 5G yang akan berlaku ke depan, merupakan aspek-aspek yang terintegrasi dan saling menunjang. Manusia di masa akan datang bagaikan Drivers Gojek. Kemana pun dia bergerak, monitor perusahaan Gojek dapat melihat dan mengendalikannya.

Manusia akan menjadi robot dan dikontrol kehidupannya, kecuali Anda terlepas dari sistem kontrol itu. Caranya, sudah susah. Bagaimana jika ternyata teknologi kontrol yang super canggih dan kecil, tahu-tahu sudah melekat di bagian tubuh Anda, tanpa Anda sadari?

Jadi sekarang adalah momentum global besar-besaran kepada peralihan sistem kontrol umat manusia. Jangan biarkan nasib Anda digadai oleh orang lain dan terjajah selamanya. Masih ada waktu untuk memilih hidup di luar kontrol. Jika dulu, kita dikontrol oleh sistem uang, maka di masa datang kita akan dikontrol oleh BIGDATA, ALGORITMA, dan Intelijen Artifisial. Di sinilah kita membaca bahwa di masa datang, negara polisi akan menggantikan negara demokrasi.

Medio, Januari 2021

 

Oppung Nadao

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Lutfi Hakim, Pelatih Bola, Dibunuh Polisi

SUARA TANGERANG – Hujan mengguyur kawasan kecamatan Cengkareng ketika kami meninggalkan rumah Andi Oktiawan. Destinasi ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com