Angka kemiskinan Banten terendah kedua se-Pulau Jawa, Adib Miftahul: Tak perlu jadi alat pencitraan Gubernur

Tangerang, SUARA TANGERANG – Pengamat Politik dan Kebijak Publik, Adib Miftahul menyatakan, data angka kemiskinan Badan Pusat Statik (BPS) yang dikelurkan pada Selasa, 10 Februari 2021 lalu, dimana Banten berada pada posisi kedua terendah angka kemiskinnan se-Pulau Jawa, adalah biasa-biasa saja, dan tak perlu dijadikan alat pencitraan Gubernur Banten, Wahidin Halim.

“Tanpa mengurangi rasa hormat begitu, ketika Banten menjadi provinsi dengan kemiskinan yang terendah nomor dua, saya kira biasa-biasa saja, kecuali nanti mungkin indeks kemiskinan di Banten sampai angka 2%, itu baru menurut saya oke begitu,” kata Adib kepada www. suaratangerang.com, Kamis (18/2/21).

Selanjutnya, kata Adib, Banten yang teritorial  dan jumlahnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Jawa seperti, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tentu bukan hal yang luar biasa.

“Karena dari sisi teritorial luas Banten hanya 9.160,70 km², dan jumlah penduduknya tak kurang dari 12 juta orang, dibanding provinsi lain di Pulau Jawa,” beber Adib.

Di sisi lain, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang yang juga berdsarkan data BPS Provinsi Banten dalam beberapa tahun terkahir ini, merupakan daerah dengan angka kemiskinan tertinggi di Banten.

“Oleh karenya itu,  saya kira perlu apa namanya fokus untuk  bagaimana mengentaskan kemiskinan di dua daerah tersebut ditambah dengan Kabupaten Serang lah. Tiga daerah tersebut, menurut saya perlu mendapat perhatian serius,” kata Direktur Kajian Politik Nasional (KPN) ini.

Tambah Adib, ditempatinya posisi terendah kedua se-Pulau Jawa setelah DKI Jakarta itu, sedikit banyaknya karena sumbangsih  wilayah Tangerang Raya. Angka kemiskinan di wilayah ini menurut saya menjadi andil besar bagi Banten sehingga bisa menempati posisi terendah kedua se-Pulau Jawa.

“Hal lain yang juga perlu dipikirkan pemerintah provinsi adalah,  memaksimalkan potensi sumber daya manusia yang kurang lebih 12 juta orang itu, dan membuka seluasnya lapangan kerja bagi mereka dengan memanfaatkan potensi daerah yang dimiliki, potensi alam, industri dan potensi lainnya yang selama ini belum dieksplore,” ujar Adib.

“Jika semua pontensi daerah di Banten ini bisa eksplor untuk semata-mata kemakmuran rakyat yang 12 juta orang itu, dan angka indeks kemiskinan itu bisa ditekan mencapai 2%,  ini baru oke.  Dan, kinerja Gubernur memang benar-benar maksimal, kalau sekarang. saya kira biasa-biasa saja,” pungkas Adib. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kerjasama penanganan sampah, Tangsel tunggu keputusan Pemkot Serang

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG- Ddwan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Pemkot setempat, ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com