Ketua PEN Tangsel: Perekonomian di Tangsel mulai kembali bergerak

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Ketua Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Teddy Meiyadi, optimis kalau perekonomian di Tangsel sudah mulai kembali bergerak.

Menurut Teddy, pergerakan ekonomi tersebut dimuali dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), diikuti sektor pariwisata, perdagangan, restoran dan perhotelan.

“Opitimisme  akan bergeraknya kembali perokonomian di Tangsel juga diutarakan oleh pemimpin di kota ini, yaitu Bu Wali Kota dan Forkopimda. Mereka optimis sebab tanda-tanda pergerakan itu sudah mulai tampak. Karena itu harus segera direspon, kenapa ? Sebab, dengan beregeraknya kembali perekonomian di Tangsel, maka akan banyak orang atau masyarakat di kota ini dapat kembali bekerja, setelah  sekian lama vakum diterpa pandemi Covid-19. Yang tidak bekerja akibat pandemi Covid-19 itu banyak loh,” kata Teddy saat ditemui di kawasan BSD, Serpong, Rabu (24/2/21).

Lanjutnya, pergerakan ekonomi di Tangsel itu dimulai dari UMKM,  sebab, itu yang paling rill, terutama pada sektor jasa kuliner, kalau UMKM berjalan, akan merambat naik ke sektor industri parawisata, hiburan, kemudian hotel dan restoran sebagai penyumbang PAD terbesar di Tangsel. “Sebagai kota jasa, di mana pun adanya, menjadi penyumbang PAD, begitu juga dengan di Tangsel,” tambahnya.

Dalam bincang singkat dengan Teddy pada siang tadi, ia juga menyampaikan bahwa salah satu pemicu tidak bergeraknya perekonomian daerah sehingga sedikitnya minat investasi pengusaha dan banyaknya masyarakat yang sudah mulai tidak bekerja itu karena Tangsel sempat masuk dalam kategori zona merah.

“Pertama, Mall buka gak ada yang beli, itu artinya apa, ada PHK. Kedua, menurunya daya beli masyarakat, ini yang terjadi di lapangan. Ketiga, ada orang yang punya uang, tetapi tidak bebas berinvestasi, karena kalau bicara modal itu artinya bicara tentang keuntungan, dan kalau daya beli gak ada, akhirnya ekonomi melambat itulah yang terjadi kemarin dengan zona merahnya Tangsel,” papar Teddy.

Sambungnya, perubahan zonasi dari orange menuju zona kuning  merupakan celah penting dalam pergerakan roda perekonomian di Tangsel

“Acuannya adalah zonasi kemarin kan masih merah jadi banyak larangan, kalau zonasi sudah orange dan kuning maka di situ dipastikan kasus Covid-19 menurun. Kalau kasusnya tertangani, maka selanjutnya pengusaha bisa memperpanjang waktu operasional usahanya,” kata Teddy.

“Perhotelan, restoran, hiburan seperit wisata air yang tadinya ketat aturannya harus dilonggarkan, tetapi bukan dibebaskan, haru tetap mengacu kepada penerapan Prokes. Longgar, tetapi tidak bebas,” jelasnya.

Terkait setatus pelonggaran saat PPKM, Tedy menjelaskan hal tersebut berdasarkan status zonasi yang berlaku dan menunggu  regulasinya berupa Perwal (Peraturan Wali Kota) Tangsel yang masih dalam proses pembahasan.

“Basisnya adalah zonasi semua akan diatur oleh pemerintah daerah,  yang mengacu pada aturan dari pusat. Moga-moga dua minggu ke depan Perwalnya sudah rampung, dan bisa dijadikan aturan atau rujukan dalam menggerakkan perekonomian di Tangsel,” pungkasnya. (1st//h3n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Peluang kerja sama investasi bidang air minum kian terbuka

Jakarta, SUARA TANGERANG –  Investasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com