Polisi tangkap 19 anggota geng motor di Serang, 15 di antaranya jadi tersangka

Serang, SUARA TANGERANG – Hasil pengembangan kasus terkait video viral geng motor ‘All Star Serang Timur” yang mengacung-acungkan senjata tajam sebagaiman terlihat di dalam video viral tersebut, mulai terkuak.  Ditreskrimum Polda Banten akhirnya telah mengamankan 19 orang dari mereka.

“Saat ini kami telah mengamankan 19 orang, termasuk ketua geng motor tersebut, ” terang Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pl Edy Sumardi kepada awak media, Selasa (9/3).

Lanjut Edy,  untuk ketua  geng motor, yaitu A (22), ia merupakan security dari salah satu perusahaan di Serang, atas perbuatannya ia dikenakan Pasal 160 KUHP tentang menghasut untuk melakukan perbuatan melawan hukum dan atau turut serta melakukan perbuatan pidana dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara.

“Selain itu ada 4 orang  lagi, yaitu EK (17 thn), MR (19 thn), (AEG) (16 thn), dan (ED) (20 thn) atas perbuatannya dikenakan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara, ” ujar Edy Sumardi.

Sementara, 10 orang lainnya, yaitu AA (22 thn), FM (19 thn), PDP (18 thn), SR (19 thn), CP (15 thn), AP (17 thn), ARH (18 thn), RS (18 thn), S (18 thn), ZA (17 Thn)  dikenakan Pasal 11 Ayat 1  Perda No 1 Thn 2021 tentang Penanggulangan Covid- 19 dengan ancaman hukuman paling lama 1 tahun penjara.

“Sedangkan kepada 4 orang lagi, yaitu DAS (22 thn), NI (21 thn), IR (23 thn), dan AZ (17 thn), sesuai hasil penyelidikan keempatnya tidak berada di TKP saat itu. Karenanya, mereka berempat dijadikan sebagai saksi, ” kata beber Edy Sumardi.

Sambung Edy, jadi dari 19 orang yang diamankan, untuk15 orang ditetapkan menjadi tersangka sesuai peran masing-masing, dan 4 orang lainnya dijadikan sebagai saksi karena hasil penyelidikan mereka tidak berada di TKP.

Dijelaskannya, bahwa dalam video yang viral di medsos tersebut terlihat sekelompok pemuda bermotor dengan jumlah lebih kurang sekitar 100 orang  sedang mengacung-acungkan senjata tajam. Hal itu tentunya mengganggu Kamtibmas di wilayah hukum Polda Banten, khususnya di Kota Serang.

“Berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh penyidik, bahwasanya modus operandinya adalah rencananya aksi balas dendam. Yang mana sekitar 2 bulan yang lalu, menurut keterangan berapa orang yang sudah diamankan, bahwa mereka melakukan aksi balas dendam karena ada kelompoknya yang dianiaya atau dibacok. Merespon dari kejadian tersebut mereka merencanakan untuk balas dendam, dimana hasil komunikasi yang dilakukan oleh oknum tersebut melalui grup media sosial namanya ‘All Star’.  Dan, sampai saat ini pihak kepolisian Polda Banten masih melakukan pengembangan, dan kemungkinan jumlah telah diamankan akan terus bertambah,” jelas Edy Sumardi.

Terakhir, Edy Sumardi mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mengawasi anak-anaknya.

“Kepada seluruh masyarakat jangan coba-coba membuat keonaran di wilayah hukum Polda Banten, tak ada tempat bagi masyarakat yang membuat keonaran atau mengganggu Kamtibmas di Banten. Dan, kepada seluruh orang tua agar mengawasi anak-anaknya untuk tidak keluar hingga tengah malam,” pungkas  Edy Sumardi.  (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pelaku bom bunuh diri di Makassar pasangan suami istri baru menikah 6 bulan

Jakarta, SUARA TANGERANG – Teka teki pelaku bom bunuh diri yang tewas di depan halaman ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com