Ini ‘semprotan’ Moeldoko saat ditanya wartawan soal Demokrat

Jakarta, SUARA TANGERANG – Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko meminta wartawan tidak ikut-ikutan bersikap primitif. ‘Semprotan’ Moeldoko ke wartawan ini lantaran gerah ditanya soal kelanjutan Demokrat saat ia tengah bekerja di kantor kepresidenan.

Insiden terjadi saat Moeldoko, Jumat (9/4) siang, tengah memberi penjelasan soal langkah pemerintah mengambil alih Taman Mini Indonesia (TMII) dari Yayasan Harapan Kita.

“Jangan ikut-ikutan primitif,” kata Moeldoko kepada wartawan di Lobi Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (9/4) sebagaimana dilansir CNN Indonesia.com

Menurut CNN Indonesia, awalnya Moeldoko dengan lugas menerangkan terkait dengan langkah pemerintah mengambil alih pengelolaan TMII dari tangan Yayasan Harapan Kita.

Setelah beberapa menit menjelaskan soal TMII, salah seorang wartawan meminta Moeldoko untuk menjelaskan soal kisruh yang terjadi di tubuh Demokrat.

Pertanyaan itu dilontarkan kepada Moeldoko karena sebagai Ketua Umum Partai Demokrat terpilih hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara ia belum pernah bicara pasca permohonan pengesahan kepengurusan pihaknya ditolak oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Namun, Moeldoko menolak memberikan penjelasan. Ia meminta wartawan menanyakan hal yang terkait dengan kinerjanya sebagai KSP saja karena sesi tanya jawab yang tengah berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan itu terkait dengan tugasnya sebagai Kepala KSP.

“Ini Kantor Kepresidenan. Nanya yang berkaitan dengan urusan kerja-kerja KSP,” tutur Moeldoko.

Sementara itu, sejumlah kader dan loyalis Moeldoko telah bergerak untuk menggugat Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat dan meminta Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membayar ganti rugi sebesar Rp100 miliar ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

(1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pengamat: Mural itu bentuk ekspresi kritik kondisi kekinian

Tangerang, SUARA TANGERANG – Pengamat politik, Adib Miftahul dari UNIS Tangerang, mengatakan, bahwa mural yang ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com