Dihajar Isu, Anies Makin Populer

SUARA TANGERANG  – Anies populer karena pertama, Anies adalah Gubernur DKI. Siapapun yang jadi gubernur DKI pasti populer. Media selalu memburunya. Tidak saja kerja, bersepeda saja masuk berita. Itulah enaknya jadi gubernur di Ibu Kota.

Kedua, Anies punya sejumlah prestasi yang layak diberitakan. Sejumlah terobosan dilakukan, seperti membangun Jakarta International Stadion (JIS), transportasi terintegrasi (Jaklingko), jalur sepeda, trotoar untuk kenyamanan para pejalan kaki, museum Rasulullah. Jakarta juga meraih sejumlah penghargaan, baik nasional maupun dari lembaga internasional.

Kehadiran Anies sebagai pembicara penting di forum-forum  internasional juga ikut menaikkan popularitasnya. “Beruntung Indonesia punya tokoh seperti Anies”, kata publik.

Ketiga, banyak isu yang menerpa Anies. Terakhir, isu rumah mewah. Ada tuduhan Anies mendapatkan hadiah berupa rumah mewah di Kebayoran Baru sebagai kompensasi reklamasi.

Isu ini akan menguntungkan bagi Anies ketika tidak ada bukti atas tuduhan itu. Selama ini, begitulah yang sering terjadi. Anies diisukan macam-macam, tapi tanpa pernah ada bukti. Ini blessing buat Anies.

Semakin disudutkan dengan berbagai tuduhan yang tidak terbukti, maka Anies akan semakin banjir empati. Publik akan bilang: “ngebet amat mau jatuhin Anies”.

Ada pihak-pihak yang tidak ingin Anies nyapres di 2024. Hal biasa dalam urusan kompetisi dan politik. Hanya saja, tidak cerdas kalau ingin menjatuhkan Anies dengan tuduhan tanpa bukti. Bukannya jatuh, tapi Anies malah makin populer

Jika Anies mendapatkan hadiah rumah mewah sebagai kompensasi kebijakan, sebaiknya dilaporkan saja dengan tuduhan gratifikasi. Beres! Jika ini terbukti, dengan sendirinya Anies akan habis.

Tapi, kalau justru mengumbar isu dan tuduhan itu di medsos, bikin meme dan gambar-gambar, pada kenyataannya tidak ada laporan dan juga tidak ada bukti, maka publik justru akan berbalik membela dan bersimpati kepada Anies.

Kenapa ramaikan tuduhan di medsos, biasanya karena gak ada bukti. Ini namanya bermain framming. Balck campaign. Agamawan bilang: ini fitnah. Secara politik, tentu ini tidak etis. Gak jentel. Banci.

Isu dan tuduhan tanpa bukti tidak akan pernah efektif. Masyarakat pada akhirnya akan tahu mana yang benar dan mana yang salah.

Dan selama ini, tuduhan kepada Anies tidak pernah terbukti. Inilah salah satu faktor yang membuat nama Anies semakin populer dan elektabilitasnya semakin naik. Begitulah hukum politik.

Jakarta, 23 Mei 2021

Tony Rosyid,
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Disclaimer : Kanal opini adalah media warga. Setiap opini di kanal ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

block ID 7295 : suaratangerang.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kebocoran Data Pribadi, Cerita Lama Korban Baru

SUARA TANGERANG – Saat ini pemerintah dan masyarakat disibukkan dengan berita kebocoran data pribadi, sejumlah ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com