Bedeng liar, resahkan warga Perumahan Puri Madani II, Pondok Cabe Ilir

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Bedeng liar yang beridiri di lahan kosong di permukiman warga di lingkungan Rt 01, dan 02, Rw 12, Perumahan Puri Madani 2, Jalan Griya Mulatama, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membuat warga setempat resah.

Bedeng yang dijadikan tempat memutilasi kendaran bus ini kemudian diikuti dengan pendirian bedeng-bedeng lainnya. Kini, beberapa di antara bedeng itu sudah menjadi bangunan semi permanen yang digunakan untuk tempat jual belli dan reparasi motor tua.

Ketua RT 02/12 Perumahan Puri Madani 2, Isran Hasan mengaku kalau  lingkungannya kini menjadi rusak dan tercemar sehingga warga merasa perlu melayangkan protes kepada pihak terkait karena merasa terganggu dengan keberadaan bedeng-bedeng liar itu.

Lanjut Irsan, sudah hampir satu setengah tahun ini kondisi bedeng-bedeng itu terlihat kumuh,  mengotori lingkungan, dan mencemari udara yang mengancam kesehatan warga.

“Awalnya, pada Juni 2019, bedeng pertama yang muncul dijadikan penampungan bus-bus besar lalu dimutilasi. Kami merasa kecolongan karena limbah mutilasi berupa kerangka bus sudah mengotori lingkungan. Tidak jarang mereka membakar ban dan tempat duduk bekas sehingga mengganggu pernafasan dan  kesehatan warga. Mesin-mesin yang mereka gunakan juga menimbulkan kebisingan. Ini saja sudah mengganggu ketenangan warga. Kemudian, ketika ada tamu dari warga yang berkunjung bisa menilai lingkungan Puri Madani 2 terlihat kumuh. Bayangkan, di permukiman warga berserakan ban bekas, kursi bekas, oli, karet, serbuk- serbuk dan lain sebagainya yang mencemari lingkungan. Tempat tersebut juga kerap didatangi sejumlah orang yang tidak dikenal oleh pengurus RT. Mereka mengundang atau mendatangkan orang tanpa laporan ke RT dan menimbulkan kerumunan,” keluh Isran dalam keterangan tertulisnya, Sabut (29/5).

Sebulan setelah berdirinya bedeng pertama, pengurus RT melakukan komplain ke pemilik bedeng agar menghentikan aktivitas. “Mereka akhirnya datang pada kami setelah kami berikan surat teguran hingga 3 kali dan berjanji akan berhenti menggunakan lahan untuk memutilasi bus-bus.Tetapi, kenyataannya mereka melanggar janjinya dan masih beraktivitas bahkan bedeng lain pun bermunculan,” sebut Isran.

Menyurati pejabat terkait

Lanjut Irsan, warga setempat juga sudah melayangkan protes dan aduan ke Lurah, Camat, hingga ke Wali Kota Tangsel. Namun, langkah tersebut tak membuahkan hasil,  alias belum ada respon dari pemerintah sebagaimana diharapkan warga.

“Belum ada yang turun tangan menyelesaikan masalah ini. Kami hanya mendapat tanda terima bahwa surat pengaduan telah diterima. Kami sangat berharap agar Pemkot Tangsel dapat mengambil tindakan tegas terkait bedeng liar dan aktivitasnya yang meresahkan,” tambahnya.

Isran juga yakin, bahwa aktivitas bedeng sudah melanggar Amdal karena tidak ada izin persetujuan ke warga dan limbahnya merusak lingkungan. Itu sebabnya, ia sangat berharap  pemerintah kota Tangsel merespon keluhan warga. ”Kami mau tanah di lingkungan perumahan Puri Madani 2 tidak dimanfaatkan untuk usaha liar, kegiatan yang merusak lingkungan, dan mengganggu ketentraman warga. Sebab, peruntukannya memang bukan untuk usaha,” pungkasnya. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ini alasan mengapa aktivis Lipkor minta Dirut PT PITS diganti

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Aktivis anti korupsi dari Lembaga Independen Pemantau Pelaku Korupsi (Lipkor), ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com