Inilah 5 pahlawan perempuan yang diabadikan dalam uang rupiah

Jakarta, SUARA TANGERANG – Hingga tahun 2020, ada 191 orang telah diangkat sebagai pahlawan nasional Indonesia, 176 pria, dan 15 di antaranya adalah perempuan. Dari 15 pahlawan perempuan tersebut, baru 5 tokoh yang sosoknya diabadikan ke dalam uang. Mereka adalah R.A. Kartini, Dewi Sartika, Martha Christina Tiahahu, Tjut Njak Dien, dan Tjut Meutia.

Kelimanya berjuang melalui bidang masing-masing, seperti pendidikan, tulisan dan pemikiran, hingga berjuang langsung di medan tempur. Namanya tak hanya menghiasi lembaran sejarah, tetapi juga di lembaran uang kertas rupiah.

Para perempuan hebat ini turut memperjuangkan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Indonesia di masa penjajahan. Mereka berjuang melalui bidang masing-masing, seperti pendidikan, tulisan dan pemikiran, hingga berjuang langsung di medan tempur.  Namanya tak hanya menghiasi lembaran sejarah, tetapi juga di lembaran uang kertas rupiah.

Dari data Bank Indonesia (BI), tercatat pahlawan perempuan pertama yang diabadikan dalam uang adalah Kartini. Ia muncul di uang pecahan Rp5 pada 1953. Uang tersebut merupakan uang rupiah seri tokoh dan kebudayaan, seri uang yang pertama kali dicetak oleh Bank Indonesia (BI). Uang ini sebenarnya telah disiapkan sejak 1952. Saat itu, BI sedang mempersiapkan kelahirannya setelah menasionalisasi De Javasche Bank (DJB) pada 1951. Lantaran Undang-Undang tentang BI baru lahir pada 1953, maka uang kertas emisi 1952 tersebut baru resmi dikeluarkan pada 2 Juli 1953. Gambar Kartini kembali muncul di bagian depan uang kertas nominal Rp10.000 emisi 1985.

“Selain gambar Kartini, ada Martha Christina Tiahahu dari Maluku di nominal Rp5.000 emisi 1985 dan Dewi Sartika dari Bandung (Jawa Barat) pada nominal Rp5.000 emisi  1982. Keduanya muncul sebagai tanda air (watermark),” cerita BI.

Lanjut cerita tersebut, bahwa pahlawan perempuan asal Aceh juga pernah muncul dalam uang rupiah, yaitu Tjut Njak Din dan Tjut Meutia. Tjut Meutia pertama kali digunakan pada emisi 1992 dalam nominal Rp1.000 dan Rp5.000, sebagai watermark. Tjut Meutia muncul lagi sebagai watermak dalam nominal yang sama pada 2000, 2001, dan 2016. Baru pada 2016, wajahnya muncul sebagai gambar depan uang kertas nominal Rp1.000. Sedangkan Tjut Njak Dien pernah muncul sekali di gambar depan uang kertas Rp10.000 pada 1998. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Musik Video: Yuk Vaksin telah ditonton 1.575 kali

Jakarta, SUARA TANGERANG  – ‘Bangkit di saat sulit, menang melawan Covid’, penggalan bait itu menjadi ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com