lni 8 aksi penanganan stunting di Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) telah menyiapkan delapan aksi penanganan stunting. Hal tersebut disampaikan dalam rembuk stunting yang dilaksanakan di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Selasa (25/05) lalu.

Dijelaskan Benyamin, rembuk ini akan menerangkan tugas apa saja yang harus dilakukan oleh stakeholder dalam proses penanganan stunting di Tangsel. Mulai dari pengertian sampai dengan aksi yang disiapkan, serta siapa saja yang dapat berpartisipasi dalam menurunkan angka stunting di Tangsel.

”Melalui program ini diharapkan masalah stunding di Tangsel dapat ditekan,” kata Benyamin dalam acara tersebut.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan yang juga hadir dalam acara tersebut menjelaskan bahwa untuk mencegah masalah stunting di Tangsel, maka akan dibentuk beberapa aksi yang saling berintegrasi  untuk kelancaran program penanganan stunting di Tangsel.

“Diharapkan dengan program tersebut, impactnya masalah stunting di Tangsel dapat diatasi semaksimal mungkin,” kata Pilar.

Pilar pun menjelaskan, bahwa sebelumnya telah dilaksanakan serangkaian aksi pencegahan stunting terintegrasi di Tangsel. Saat ini, kasus stunting di kota Tangsel sudah mencapai 19,8%.  Dari angka tersebut kita berada di bawah kota Tangerang. “Target kita bersama-sama adalah paling rendah pertama di kota/kabupaten di Banten,” jelasnya.

Sementara Tenaga Ahli Ditjen Bangda Kementerian Dalam Negeri Imam Al-Muttaqin menjelaskan delapan Aksi Penanganan Stunting harus menjadi salah satu prioritas penanganan nasional mulai tingkat desa sampai dengan pemerintah  pusat.

“Yang sama-sama melakukan upaya pencegahan stunting,” kata dia yang menambahkan bahwa program ini ditargetkan dalam lima tahun ke depan. Target angka stunting tahun 2024 harus berada dibawah 14% sedangkan kondisi di tahun 2019 sudah menyentuh angka 28% , sehingga harus menurunkan sekitar 14 persen, dimana upaya yang harus dilakukan setiap tahunnya menurunkan 3 persen, sehingga target di 2024 terealisasi.

Dengan adanya program ini, pemerintah berharap bahwa apa yang direncanakan bisa dilaksanakan di setiap daerah, untuk di kota Tangerang Selatan ini dalam memonitoring aplikasi yang sudah disiapkan oleh Kemendagri.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Eki Herdiana juga menjelaskan penanganan stunting adalah pelaksanaan dari Keputusan Bappenas Nomor : kep.42/ppn/hk/04-2020/l tentang Penetapan Lokasi Perluasan Penanganan Stunting Tingkat Kabupaten dan Kota. Dimana Tangsel sebagai gugus prioritas pencegahan dan penurunan stunting.

Eki menambahkan bahwa penanganan stunting ini adalah investasi jangka panjang. Dimana dalam penanganannya membutuhkan peran dari berbagai lintas sektoral. “Yang harus menjaga komitmen dalam menjalankan perannya,” kata Eki.

Berikut ini 8 aksi penanganan stunting yang akan dilakukan di Tangsel adalah:

  1. Analisis situasi yaitu melakukan identifikasi sebaran stunting, ketersediaan program dan kendala. Aksi pertama ini sudah dilaksanakan dan ditetapkan di 10 kelurahan. 10 kelurahan tersebut adalah Babakan, Keranggan, Lengkong Karya, Pondok Jagung, Pondok Jagung Timur, Lengkong Wetan, Jombang, Rengas, Jurang Mangu, dan Benda Baru.
  2. Penyusunan rencana kegiatan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi dan intervensi yang menghasilkan rancangan yang terintegrasi.
  3. Rembuk stunting untuk memberikan komit men dalam pelaksanaan aksi ini.
  4. Penyusunan program peran kelurahan, memberikan kepastian kelurahan menjalankan peran dalam kegiatan ini.
  5. Pembinaan kader pembangunan, berfungsinya kader dalam membantu kelurahan.
  6. Menyusun manajemen data, meningkatkan sistem pengelolaan data.
  7. Melakukan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak balita dan publikasi angka stunting kabupaten/kota.
  8. Melakukan review kinerja pelaksanaan program dan kegiatan terkait penurunan stunting selama satu tahun terakhir. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ini alasan mengapa aktivis Lipkor minta Dirut PT PITS diganti

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Aktivis anti korupsi dari Lembaga Independen Pemantau Pelaku Korupsi (Lipkor), ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com