KPK tahan empat tersangka pengadaan tanah di Munjul

Jakarta, SUARA TANGERANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan YRC (Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya/PDPSJ), TA (Direktur PT AP), AR (Wakil Direktur PT AP), dan Korporasi PT AP atas dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, DKI Jakarta Tahun Anggaran 2019.

Keempat tersangka tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 24 Februari 2021. Selanjutnya KPK melakukan penahanan terhadap tersangka YRC selama 20 hari ke depan terhitung sejak tanggal 27 Mei 2021 sampai dengan 15 Juni 2021 di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Sementara itu, terkait penerapan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19,  para tahanan terlebih dulu diisolasi mandiri selama 14 hari di Rutan Cabang KPK Kavling C1.

Berdasarkan keterangan resmi komisi anti rasuah yang dipublish, pada 27 Mei 2021. PDPSJ dan PT AP diduga telah bekerjasama melakukan tindakan melawan hukum dalam pengadaan tanah di Munjul di antaranya:

  • Tidak adanya kajian kelayakan terhadap Objek Tanah;
  • Tidak dilakukannya kajian appraisal dan tanpa didukung kelengkapan persyaratan sesuai dengan peraturan terkait;
  • Beberapa proses dan tahapan pengadaan tanah tidak dilakukan sesuai SOP serta adanya dokumen yang disusun secara
  • Adanya kesepakatan harga awal antara pihak AR dan PDPSJ sebelum proses negosiasi dilakukan.

Karenanya, atas perbuatan para tersangka, diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara setidaknya sebesar Rp152,5 Miliar.

“Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana,” tulis KPK dalam siaran persnya.

Dalam siaran pers tersebut, KPK menegaskan kembali kepada seluruh instansi pemerintah agar mematuhi aturan dan prosedur pengadaan barang dan jasa. Penyelenggara Negara semestinya memegang teguh sumpah jabatan dan tidak menyalahgunakan wewenangnya dalam penggunaan anggaran negara untuk kepentingan diri dan kelompoknya. KPK berharap pihak swasta dan korporasi juga memiliki andil untuk melakukan pencegahan korupsi dengan melakukan praktik bisnis yang akuntabel dan antikorupsi. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Warga Desa Waiburak nilai Pemda Flores Timur sengaja benturkan TNI dengan masyarakat

Adonara, Flores Timur-NTT, SUARA TANGERANG – Warga Desa Waiburak, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com