SHR ditetapkan jadi tersangka kasus korupsi dana hibah KONI Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Kejaksaan Negri (Kejari) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tetapkan satu tersangka terkait kasus tindak pidana korupsi dana hibah di lingkungan Komite Olahraga Nasional (KONI) Tangsel hingga milyaran rupiah.

Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Tangsel Aliansyah di gedung Kejari Tangsel, di Jalan Raya Promoter, Lengkong, Serpomg Tangsel, Jumat (4/6).

“Pada kesempatan ini, saya Kepala Kejaksaan Negeri Tangsel didampingi Kasipidsus, Kasiintel, pada hari ini, Jumat, 4 Juni 2021, saya telah mendapat laporan dari tim penyidik Kejaksaan Negeri Tangsel, yang dipimpin oleh Kasipidsus melaporkan kepada saya bahwa kasus dugaan tindak pidana korupsi di KONI Tangsel, menyangkut dana hibah KONI tahun 2019,” terangnya.

Aliansyah juga menuturkan akibat tindakan korupsi tersebut negara dirugikan hingga miliaran rupiah.

“Kami sudah mendapatkan laporan penghitungan kerugian negara dalam dugaan tindak pidana korupsi di KONI Tangsel ini. Kita telah menerima laporan hasil pemeriksaan terdapat kerugian keuangan negara sebesar 1.122.000.000 sekian, 1,1 miliar lebih perhitungan kerugian negara,” terangnya.

Alinsyah melanjutkan, maka berdasarkan pendalaman yang telah dilakukan Kejari Tangsel, terkait tindakan korupsi dana hibah KONI Tangsel, ditetapkan satu orang tersangka yang menjabat sebagai bendahara KONI Tangsel.

“Karena kita sudah dapat hasil perhitungan kerugian negara ini, lalu dilakukan pendalaman siapa yang akan bertanggung jawab terhadap kerugian keuangan negara ini, tim penyidik sudah melakukan pengumpulan alat-alat bukti, sehingga pada hari ini kami sudah menetapkan tersangka berinisial SHR, sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” paparnya.

Tersangka tindak pidana korupsi KONI Tangsel rencananya akan langsung dilakukan penahanan di rumah tahanan Serang.

“Lalu mulai hari ini dilakukan penahanan di rutan Serang selama 20 hari, dimulai dari hari ini. Ini semua didasarkan pada surat perintah penyidikan yang saya tanda tangani. Pertama tanggal 31 Maret dan selanjutnya tangga 5 Mei. Itu yang bisa kami sampaikan. Mohon dukungan semua dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,” tandasnya.

Sementara Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Tangsel Ate Quesny Iliiyas, menambahkan kasus korupsi dana hibah KONI Tangsel terbesar dari kegiatan perjalanan dinas.

“Terkait hibah KONI Tangsel sudah kami lakukan pemeriksaan bukan hanya perjalanan dinas saja, ada yang lain lain tapi paling banyak iyah dari perjalanan dinas,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun bahwa tersangka inisial SHR, diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Jo Pasal 18
Undang-Undang R.I. Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang R.I. Nomor 20 tahun 2001
tentang perubahan atas Undang-Undang R.I. Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi.  (1st/ H3n)

block ID 7295 : suaratangerang.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kapolri minta seluruh Kapolda maksimalkan PPKM Mikro dan kawal pemulihan ekonomi

Jakarta, SUARA TANGERANG — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin video conference (vicon) kepada ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com