Berharap diberi peringatan, Satpol PP malah tarwarkan mediasi warga dan pemilik bedeng liar di Pondok Cabe Ilir, Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Sejumlah petugas Satpol PP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendatangi bedeng liar yang menjamur di permukiman warga di Jalan Griya Mulatama, Perumahan Puri Madani 2, RT 2/12, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (3/6), setelah pemberitaan mengenai keresahan warga Puri Madani 2 tayang di sejumlah media.

Saat petugas Satpol PP meninjau lokasi, sempat terjadi perbincangan  dengan pemilik bedeng liar dan penjaga lahan. Mereka mengakui bahwa bedeng yang mereka bangun di lahan seluas sekitar setengah lapangan bola ini berdiri tanpa izin warga sekitar. Kepada petugas Satpol PP, pemilik bedeng dan penjaga meminta ruang mediasi dengan warga.

“Kami akan mengundang penanggung jawab lahan dan pemilik usaha bedeng untuk bertemu dengan perwakilan warga. Kami akan jadwalkan waktunya. Diharapkan dengan mediasi, nantinya ada titik temu,” ujar Yanto, koordinator tim lapangan Satpol PP Tangsel. Menurut Yanto mediasi dilakukan agar tak terjadi konflik horizontal antara warga dengan pemilik bedeng.

Mengetahui hal ini, warga Puri Madani 2 menjadi sangat kecewa karena kedatangan Satpol PP yang diharapkan dapat memberi peringatan hingga menertibkan keberadaan bedeng liar, sebaliknya  malah tampak membuka ruang mediasi antara pemilik bedeng liar dengan warga bahkan berjanji akan memfasilitasi mediasi tersebut.

Ketua RT 02/12, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Perumahan Puri Madani 2, Isran Hasan mengatakan silahkan jika Satpol PP Tangsel merasa ingin memediasi masalah ini. Namun, ia memastikan keinginan warganya agar semua bedeng di sana ditertibkan.

“Jangan sampai mediasi menghasilkan kesepakatan yang melanggar aturan. Satpol PP sebagai penegak peraturan daerah seharusnya menegakkan peraturan bukan malah mediasi. Ini jadi salah kaprah seolah menyetujui atau tidak mempermasalahkan adanya pelanggaran aturan dengan berdirinya bedeng liar di perumahan warga. Keinginan kami sangat sederhana; kami hanya ingin hidup tentram dari kebisingan pekerjaan di bedeng, kami ingin lingkungan kami tidak tercemar dari limbah bedeng, dam kami   ingin kesehatan kami tidak terancam akibat polusi udara karena kegiatan pembakaran dan kekumuhan yang mengganggu lingkungan. Intinya, kami ingin lingkungan kami bebas dari keberadaan bedeng-bedeng liar tersebut. Jadi, seharusnya petugas satpol PP datang untuk menegakkan aturan dan melakukan penertiban jika ada bangunan illegal bukan mediasi,” kata Irsan, Sabtu (5/6).

(1st/*)

Baca juga: Bedeng liar, resahkan warga Perumahan Puri Madani II, Pondok Cabe Ilir

block ID 7295 : suaratangerang.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Penuhi permintaan Menkes, Pemkot Tangsel sediakan 3 tempat permanen vaksin Covid-19

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) akan menyanggupi permintaan Menteri ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com