Bedeng liar di Pondok Cabe Ilir, Warga: Jangan sampai kesepakatan mediasi langgar aturan

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Keinginan warga Puri Madani 2 agar bedeng liar yang selama ini membuat mereka resah akhirnya harus menelan kekecewaan. Pasalnya, Satpol PP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang bertugas sebagai garda terdepan penjaga aturan daerah tak langsung bertindak menertibkan bedeng liar di wilayah pemukiman tersebut, malah malah tampak membuka ruang mediasi antara pemilik bedeng liar dengan warga setempat.

Ketua RT 02/12, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Perumahan Puri Madani 2, Isran Hasan mengatakan silahkan jika Satpol PP Tangsel merasa ingin memediasi masalah ini. Namun, ia memastikan bahwa keinginan warganya agar semua bedeng di sana ditertibkan.

“Jangan sampai mediasi menghasilkan kesepakatan yang melanggar aturan. Satpol PP sebagai penegak peraturan daerah seharusnya menegakkan peraturan bukan malah mediasi. Ini jadi salah kaprah seolah menyetujui atau tidak mempermasalahkan adanya pelanggaran aturan dengan berdirinya bedeng liar di perumahan warga. Keinginan kami sangat sederhana. Kami hanya ingin hidup tentram dari kebisingan pekerjaan di bedeng, kami ingin lingkungan kami tidak tercemar dari limbah bedeng, dam kami ingin kesehatan kami tidak terancam akibat polusi udara karena kegiatan pembakaran dan kekumuhan yang mengganggu lingkungan. “

“Intinya, kami ingin lingkungan kami bebas dari keberadaan bedeng-bedeng liar tersebut. Jadi, seharusnya petugas satpol PP datang untuk menegakkan aturan dan melakukan penertiban jika ada bangunan ilegal bukan mediasi,” kata Irsan, dalam kerangan tertulisnya, Sabtu (5/6).

Untuk diketahui,  ungkap Irsan, sejumlah bedeng liar yang berada di permukiman warga di Jalan Griya Mulatama, Perumahan Puri Madani 2 tersebut sudah ada sejak sekitar satu setengah tahun lalu. Awalnya, bedeng liar itu muncul sekitar Juni 2019, sebagai tempat komando proses mutilasi bus besar.

“Hasil limbah mutilasi kerangka bus besar di musnahkan di tempat yang sama, yaitu dengan cara membakarnya di sana. Asapnya membuat polusi,  dan limbah hasil pembakaran itu dipastikan akan mengotori lingkungan sekitar, termasuk lingkungan Perumahan Puri Mandani 2,” ungkap Isran.

Tambahnya, selain itu ada juga suara-suara keras dari mesin yang mengganggu kenyamanan warga. Kemudian, bermunculan bedeng lainnya dan bahkan ada satu bedeng besar untuk jual beli dan reparasi motor tua. Tadinya, bedeng- bedeng tersebut tampak sederhana. Tetapi, lama kelamaan terlihat menjadi bangunan semi permanen. Lingkungan menjadi kumuh. Tampak tumpukan kayu juga berserak ban bekas, kursi bekas, oli, karet, serbuk, dan lain sebagainya. Selain itu, tempat tersebut kerap didatangi sejumlah orang yang tidak dikenal oleh pengurus RT dan menimbulkan kerumunan. Mereka mengundang atau mendatangkan orang tanpa laporan ke RT.

“Awal pertama bedeng muncul, warga merasa kecolongan. Sebulan setelahnya petugas RT melayangkan komplain ke pemilik bedeng agar menghentikan aktivitas. Mereka akhirnya datang setelah mendapat 3 kali surat teguran. Lalu, berjanji akan berhenti menggunakan lahan untuk memutilasi bus. Tetapi, hingga saat ini, bedeng-bedeng tetap berdiri dan beraktivitas. Warga juga sudah melayangkan protes dan aduan mulai ke pemilik bedeng, Lurah, Camat hingga Wali Kota Tangsel untuk menertibkan semua bedeng yang ada karena tidak ada izin resmi dari warga serta dinilai mengganggu kenyamanan dan kesehatan, mengotori lingkungan, serta mengancam amdal. Sayangnya,hingga kini belum ada respon dan tindakan dari pemerintah setempat. “

“Semua pejabat daerah yang kami surati, belum memberikan tanggapan. Kami hanya mendapat tanda terima bahwa surat pengaduan telah diterima. Begitu lambat dan tidak ada kepastian hingga kini membuat warga semakin resah sebab peruntukan lahan memang bukan untuk usaha. Kami berharap agar Pemerintah Kota Tangsel dapat mengambil tindakan tegas agar Perumahan Puri Madani 2 tidak dimanfaatkan untuk usaha liar, kegiatan yang merusak lingkungan, dan mengganggu ketentraman warga,” tutup Isran. (1st/*)

Baca juga: Berharap diberi peringatan, Satpol PP malah tarwarkan mediasi warga dan pemilik bedeng liar di Pondok Cabe Ilir, Tangsel

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ini alasan mengapa aktivis Lipkor minta Dirut PT PITS diganti

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Aktivis anti korupsi dari Lembaga Independen Pemantau Pelaku Korupsi (Lipkor), ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com