Bongkar Pelanggar HAM, Bukan Jalur Sepeda

SUARA TANGERANG – Isu jalur sepeda permanen di koridor Sudirman-Thamrin Jakarta sempat menjadi sorotan beberapa waktu lalu. Setelah mereda, masalah jalur sepeda permanen Sudirman-Thamrin Jakarta kembali dipersoalkan oleh salah satu anggota dewan.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk mengevaluasi, bahkan membongkar jalur sepeda permanen Sudirman-Thamrin Jakarta. Menurutnya, keberadaan jalur sepeda permanen Sudirman-Thamrin mendiskriminasi pengguna jalan lain.

Usulan yang sangat aneh jika jalur sepeda dikatakan nelakukan diskriminasi, sebab mobil dan motor justru membuat polusi udara Jakarta semakin tinggi.

Tak tanggung-tanggung jika Gowes Anak Jakarta (GAJ) melakukan penolakan jika jalur sepeda dibongkar. Hal itu menunjukkan anggota DPR tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Jakarta butuh udara bersih

Polusi udara bukan hanya kabut kecil di kejauhan. Polusi udara di luar dan di dalam rumah kita merenggut sekitar 7 juta jiwa setiap tahun. Ini berdampak pada kesehatan kita melalui paparan jangka panjang dan menyebabkan perubahan iklim jangka pendek, mengancam kehidupan generasi mendatang.

Sementara di dunia tengah terjadi krisis kemanusiaan dan iklim. Dan itu diperparah dengah adanya wabah virus covid-19 yang menyerang sistem pernafasan, udara bersih semakin menjadi kebutuhan yang sangat sulit dipenuhi. Perusahaan batu bara, minyak dan mobil sebagai ndustri dengan kontributor polusi udara terbanyak mendapatkan untung besar, sementara masyarakat membayar dengan kesehatan dan kerusakan lingkungan.

Perubahan iklim yang ekstrem juga dampak dari kegiatan industri pembakaran bahan bakar fosil. Namun perusahaan yang menciptakan krisis tersebut, dan pemerintah yang berwenang sedang banyak melakukan sesuatu untuk transisi ke energi bersih.

Dari hal diatas kita bisa melihat komitmen anggota dewan yang terhormat terhadap lingkungan sangat rendah dan perlu dipertanyakan keberadaannya selama ini sebagai anggota dewan.

Sedangkam penyebab kematian orang dewasa terbanyak adalah 24% akibat penyakit jantung, 25% karena stroke, 43% karena penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan 29% karena kanker paru-paru. WHO memperkirakan bahwa 7 juta orang meninggal prematur setiap tahun karena polusi udara luar dan rumah tangga. Meskipun demikian, polusi udara tidak diakui dengan baik sebagai faktor risiko utama untuk penyakit tidak menular dan sering dianggap sebagai masalah yang terpisah dari perubahan iklim.

Data terbaru, bahwa dokter, perawat, pejabat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan organisasi kesehatan menggunakan suara tepercaya mereka untuk mendorong perubahan. Pada tahun 2016, WHO, Program Lingkungan PBB (Lingkungan PBB), dan Koalisi Iklim dan Udara Bersih meluncurkan kampanye BreatheLife untuk memobilisasi kota, wilayah, dan negara untuk mencapai pedoman kualitas udara WHO pada tahun 2030. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan jiwa, tetap di bawah kenaikan suhu global rata-rata 2° C dan berkontribusi untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Lebih baik bongkar pelanggaran HAM

Seharusnya Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni yang meminta Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk mengevaluasi, bahkan membongkar jalur sepeda permanen Sudirman-Thamrin Jakarta harus dipertanyakan. Karena sebagai anggota wakil ketua komisi III DPR-RI  lebih tepat mengusulkan pembongkaran kasus  penembakan di jalan tol KM 50 dan pelanggaran HAM selama ini.

Dimana Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkapkan bahwa terjadi pelanggaran HAM, dalam peristiwa bentrokan antara polisi dengan anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI), di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 hingga enam orang tewas.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM sekaligus komisioner M. Choirul Anam dalam konferensi pers, di Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021.

Sementara hasil penyelidikan Komnas HAM mengungkapkan bahwa enam orang anggota Laskar FPI meninggal dunia dalam dua konteks peristiwa yang berbeda.

Hal itu menjadi penting bagi bangsa ini dari pada mengurusi jalur sepeda yang lebih mengutamakan kesehatan warga Jakarta yang sudah tinggi polusi udaranya. Untuk itu, wakil rakyat harusnya menjadi wakil rakyat yang memiliki integritas kepada warga pemilihnya, bukan menjadi pecundang sejati pemilihnya.

Depok, 20 Juni 2021

Ditulis Oleh: Himawan Sutanto,
Penggagas Japrakusil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kasman Singodimedjo Naik Bus Kota

SUARA TANGERANG – Tahun 1979 di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Bus kota berhenti di halte ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com