Gelar ratas, 21 korban penipuan Cluster Melati Residence akan polisikan SMT, si pemilik PT RP

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Merasa dirugikan, 21 orang korban penipuan PT RP,  pengembang Cluster Melati Residence yang berada di Jalan Hasanrika Rt 04/Rw 02, Kelurahan Jelupang, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), belum lama ini menggelar rapat terbatas (ratas).

Ratsus yang digelar di Foodcourt Pasar Segar Graha Raya, Pondok Jagung, Serpong Utara, Kota Tangsel tersebut membicarakan langkah selanjutnya soal penipuan yang dialami mereka, dan merencanakan akan menempuh jalur hukum atas kasus pidana ini.

Menurut penuturan kuasa hukum para korban penipuan ini, PT RP hanya mampu membangun 4 (empat) unit rumah prototype sebagai modal pemasaran untuk mempengaruhi para pembelinya. Dan, mereka menduga uang konsumen yang telah disetorkan, secara akumulatif telah ‘dilarikan’ oleh pemilik PT RP yang berinisial SMT.

“Rapat ini digelar untuk membahas tentang penunjukan pengacara atau kuasa hukum untuk membantu para korban yang telah dirugikan oleh Raja Property, dan berena akan melaporkannya kasus ini ke polisi dengan tuduhan penipuan. Di sini, semuanya selaku perwakilan pemilik unit yang sudah membayar melalui rekening pribadi atas nama SMT, bukan rekening pengembang,” ucap kuasa hukum dari para korban penipuan PT RP, Cluster Melati Residence, Puji Astuti, SH. Rabu (16/6).

Puji Astuti yang bernaung dalam Firma Hukum Harsya Wardana dan Rekan ini, menjelaskan bahwa penanggung jawab Raja Property tidak memiliki itikad baik untuk bermusyawarah dengan konsumennya.

“Mereka sudah tidak ada itikad baik. Dan akhirnya dalam waktu dekat ini kami sepakat menggugatnya melalui jalur hukum. Kemarin kami sudah mendatangi kantor Raja Property bekas kantornya LSM Gempur. Si penanggung jawab ini tetap tidak ada itikad baik,” tambahnya.

Dikatakannya, penanggung jawab cluster tersebut yakni SMT merupakan adik dari tokoh Tangsel yang gencar menyuarakan anti korupsi di tanah Banten.

“Iya, SMT ini adalah adik kandung dari Saprudin Roy, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Pemburu Koruptor. SMT ini juga bagian dari LSM Gempur. Ini juga kantornya, tetapi itu dulu sih, sekarang jadi kantor management dari Raja Property,” lanjut Puji.

Lebih lanjutnya dipaparkan Puji, bahwa kerugian yang dialami masing-masing konsumen Cluster Melati Residence total nominalnya bervariasi, dan diperkirakan total kerugian dari para korban ini berjumlah 20 miliar lebih.

“Sementara ini ada 21 pembeli. Kami menghitung secara kasar, total kerugian itu tembus diangka 20 milliar lebih. Kalau dirinci kira-kira 1 orang itu ada yang Rp. 300 juta, dan Rp. 500 juta sampai dengan Rp. 700 juta tergantung type clusternya,” beber Puji.

Ia menambahkan, bahwa ada 3 (tiga) rekening, dari 3 (tiga) bank berbeda, digunakan oleh Raja Property untuk menampung pembayaran yang dilakukan oleh konsumen, secara keseluruhan merupakan rekening pribadi  atas nama SMT.

“Karena itu, kami berharap disaat laporan kami masuk ke pihak yang berwajib. Pihak kepolisian dengan kewenangannya dapat segera memblokir rekening SMT. Sebab, hingga hari ini SMT tidak diketahui keberadaannya,” ungkapnya. (1st/d3n/4dt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Irjen Pol Argo: Kapolri berikan instruksi ke jajaran seluruh Indonesia melakukan operasi premanisme

Surabaya, SUARA TANGERANG – Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, Jumat (11/6) pagi, ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com