PWI kecam keras sikap arogan oknum pejabat Pemkot Tangsel ke wartawan Kabar6.com

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengecam keras sikap arogan okum pejabat Pemkot Tangsel yang berupaya melakukan tindak kekerasan kepada wartawan Kabar6.com saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

Oknum pejabat Pemkot Tangsel yang dimaksud adalah Kepala Dispora Kota Tangsel, E Wiwik Kartawijaya.

Dalam video berdurasi singkat yang beredar di kalangan pewarta di Tangsel, Wiwik terlihat akan memukul wartawan Kabar6.com yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya.
Padahal, Bung Yudi, wartawan Kabar6.com yang dimaksud sudah menjalankan tugasnya sesuai kode etik, yaitu mewawancarai langsung Wiwik yang baru saja diperiksa Kejari Tangsel.

Ketua PWI Kota Tangsel Ahmad Eko Nursanto mengatakan, upaya pemukulan yang dilakukan oleh pejabat tersebut juga jelas telah melanggar Undang-undang Pers No 40 Tahun 1999.

“Karena jelas ada upaya intimidasi terhadap wartawan dalam kejadian itu,” kata Eko, di ruang kerjanya, Sekretariat PWI Tangsel, Jalan Batam, Mekar Jaya, Serpong. Selasa (22/6).

Menurut Eko, jika memang Kadispora merasa dirugikan atas pemberitaan terhadap dirinya, bisa mengajukan keberatan atau somasi terhadap media yang memberitakan sesuai aturan Dewan Pers.

“Semestinya kalau Pak Kadispora merasa dirugikan dengan pemberitaan di media kirim keberatannya, atau lapor Dewan Pers, bukannya seperti di video yang sudah viral itu,” tegas Eko.

Eko pun menegaskan, pihaknya siap mengawal dan mendampingi wartawan Kabar6.com yang diintimidasi tersebut hingga ke jalur hukum.

“Jika Bung Yudi melanjutkan kasus ini ke proses hukum, maka kami PWI Kota Tangsel juga akan mengawal kasus ini. Agar pejabat arogan tersebut bisa ditindak sesuai hukum yang ada,” tegas Eko.

Sementara itu, wartawan Kabar6.com Yudi Wibowo mengaku, dirinya merasa tertekan mendapat perlakuan intimidasi tersebut.

“Terus terang saya merasa tertekan, saya tahu beliau katanya beliau punya background sebagai jawara. Terus terang saya merasa terintimidasi, takut juga merasa tertekan,” ungkapnya.

Dia berharap, aksi intimidasi tersebut tak terulang lagi.

“Saya berharap, kejadian seperti ini tidak terulang ke depannya. Pada para pihak siapapun tidak menghalangi kerja profesi jurnalistik. Kita bekerja diatur oleh undang-undang,” pungkasnya. (1st/h3n/ hms pwitgsl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Irjen Pol Argo: Kapolri berikan instruksi ke jajaran seluruh Indonesia melakukan operasi premanisme

Surabaya, SUARA TANGERANG – Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, Jumat (11/6) pagi, ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com