Mendagri tinjau langsung penanganan Covid-19 dan pelaksanaan PPKM Level 4 di Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Sebagai kota satelit, dan penyangga kegaitan ekonomi, politik serta kegiatan lainnya di Ibukota negara, Jakarta. Kota Tangerang Selatan (Tangsel) secara khusus selalu dilirik oleh siapan pun yang menjadi pemangku kepentingan dan kebijakan di negeri ini.

Salah satunya adalah perhatian dari pemerintah pusat, yang dalam hal ini diwakilil oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang secara khusus datang ke Kota Tangsel untuk meninjau secara langsung penanganan pandemi Covid-19 dan pelaksanaan PPKM Level 4 yang diperpanjang hingga 2 Agustus mendatang.

Mantan Kapolri tersebut, menyampaikan bahwa kunjungannya kali ini sangat penting, karena sebagai ‘satelit’, Kota Tangsel memberikan pengaruh atas setiap pelaksanaan dari kebijakan yang putuskan Pemerintah Pusat, salah satunya adalah kebijakan penanganan Covid-19 dan pelaksanaan PPKM.

”Kunjungan ini sangat penting, karena Tangerang Selatan ini adalah ‘satelit’ dari ibukota Jakarta sebagai pusat politik dan pusat ekonomi Indonesia, bahwa sebagai ‘satelit’ secara langsung Tangsel memberikan pengaruh atas setiap pelaksanaan kebijakan Pemerintah Pusat,” kata Tito.

Oleh karena itu, dibutuhkan keserempakkan dengan DKI Jakarta dan daerah lain di sekitarnya untuk bisa mengendalikan Covid-19, khususnya di wilayah Jabodetabek. Berdasarkan fakta di lapangan saat ini, meskipun angka positif rate-nya fluktuatif, namun Bed Occupancy rate (BOR)-nya masih 60 persen.

”Ini yang perlu diperhatikan, karena jika BOR berada di atas 50 persen maka masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan kamar perawatan,” ujar Tito.

Tito pun menambahkan untuk menangani masalah ini, pemerintah pusat mengimbau kepada pemerintah daerah untuk menambahkan fasilitas isolasi terpusat. Fasilitas ini harus tersedia hingga ke tingkat kelurahan. Sehingga masyarakat yang positif dengan gejala ringan bisa melakukan isolasi di tempat yang sudah ditentukan.

”Jadi, ruang rawat di fasilitas kesehatan bisa dimanfaatkan oleh pasien dengan gejala berat,” kata Tito.

Di segi vaksinasi, dari data yang disampaikan oleh pemerintah, bahwa minat dan antusiasme masyarakat kota ini terhadap vaksinasi sangat besar. Sekitar 302 ribu yang divaksinasi pertama, kemudian 133 ribu lebih vaksinasi kedua.

Hal itu menunjukkan bahwa penanganan vaksinasi ini masih relatif belum memenuhi target herd immunity untuk penduduk kurang lebih hampir 2 juta orang. ”Kalau 70 persen, berarti 1,4 juta. Kalau 60 persen, 1,2 juta. Perlu kerja keras lagi. Tentunya kita harapkan Pemda dapat melakukan suplai vaksin yang cukup untuk  kota ini, sehingga bisa dipercepat program vaksinasi,” pungkas Tito.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tangsel di bawah kepemimpinannya ini terus mengupayakan penanganan di hulu dan hilir secara serempak sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Di hulu, pemerintah melakukan penegakan protokol kesehatan setiap hari terutama pada malam hari. Sehingga pada tingkat kecamatan penegakan protokol kesehatan dilakukan sekaligus memberikan sanksi atau teguran paling tidak kepada para pelanggar prokes minimal teguran lisan.

”Kemudian kedua, kami sudah menerbitkan SE terbaru yang diperbarui menindaklanjuti Kep Mendagri yang sejak kemarin sudah kami terbitkan, dan pada hari ini sudah berlaku di tengah-tengah masyarakat kami sudah edarkan sampai ke tingkat kelurahan, RT dan RW. Kami pun terus mempersiapkan ketersediaan tempat tidur, terutama tempat tidur ICU,” katanya.

Saat ini, fasilitas kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat. Dari 22 rumah sakit umum dan rumah sakit swasta yang ada di Tangsel, 71 tempat tidur ICU nya hampir penuh. Sehingga Pemkot Tangsel mengefektifkan tambahan tempat tidur di Rumah Sakit Serpong Utara dengan kapasitas 150 paling tidak 100 tempat tidur bisa dimaksimalkan untuk penanganan Covid-19, terutama bagi pasien yang bergejala ringan dan bergejala sedang. Sehingga meringankan beban rumah sakit swasta dan rumah sakit umum milik Pemkot Tangsel.

Terakhir, Pemkot Tangsel tetap memastikan untuk menekan angka kematian akibat Covid-19. Beberapa hari belakangan ini sudah turun menjadi tiga persen tetapi luasan areal pemakamannya tetap dipersiapkan dengan maksimal. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ini alasan mengapa aktivis Lipkor minta Dirut PT PITS diganti

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Aktivis anti korupsi dari Lembaga Independen Pemantau Pelaku Korupsi (Lipkor), ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com