Sosialisasi pendidikan anti korupsi, Gubernur WH: Banten sudah berubah, Banten sudah baik

Kota Serang, SUARA TANGERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menyatakan Provinsi Banten sudah berubah. Provinsi Banten sudah baik. Insentif dan tunjangan kinerja pegawai Pemprov Banten termasuk tinggi.

Hal tersebut disampaikan Gubernur WH dalam acara Sosialisasi Semangat Implementasi Pendidikan Anti Korupsi dan Pencegahan Gratifikasi di Provinsi Banten, yang digelar secara virtual Kamis (12/8).

Menurut Gubernur WH sebagaimana dikutip dalam siaran persnya, bahwa dalam rangka reformasi birokrasi di Provinsi Banten, dirinya telah menaikkan honor dan insentif para guru serta tunjangan kinerja para pejabat.

“Dalam rangka reformasi birokrasi di Provinsi Banten, saya naikkan honor dan insentif para guru serta tunjangan kinerja para pejabat,”  ungkap Gubernur WH.

Gubernu WH pun menyampaikan, bahwa implementasi anti korupsi merupakan pekerjaan yang gampang-gampang susah. Tidak sekedar semangat untuk mengatakan tidak, tapi juga harus bagaimana kita mengubah konsep hidup dan kebiasaan.

Dikatakannya, yang dilakukan Pemerintah saat ini berupa langkah hukum pemidanaan dan sebagainya memang tidak cukup. Korupsi berkorelasi dengan kesejahteraan juga tidak cukup.

“Korupsi berkaitan dengan mentalitas memang ya,” ungkap Gubernur WH.

Mentalitas, lanjut Gubernur WH menyitir pendapat Prof Dr Koentjaraningrat, adalah konsep hidup bagaimana pribadi seseorang dalam pikiran. Sikap individual pribadi dalam memahami dan mengelola suatu kehidupan.

“Ini memang memerlukan waktu yang cukup. Ini menyangkut konsep sosiologis yang berkembang dan hidup dalam suatu komunitas maupun pribadi,” ungkapnya.

Dijelaskan, dalam rangka reformasi birokrasi di Provinsi Banten, pihaknya menaikkan honor dan insentif para guru serta tunjangan kinerja para pejabat. Menurutnya, di Indonesia tunjangan kinerja pegawai Pemprov Banten termasuk yang tinggi. Langkah itu dinilainya cukup efektif untuk memilah orang yang merasa karena susah, sudah dicukupkan.  Bagi orang yang merasa tidak cukup, menjadi tuntutan hidup.

Gubernur WH sendiri mengaku, dirinya merasa sejahtera dan cukup dengan gaji dan tunjungan yang diterimanya.

“Saya merasa sejahtera. Saya merasa cukup. Janganlah kita masuk pada lingkungan yang konsumtif,” pesannya.

“Saya tekankan kepada semuanya, bahwa yang bukan hak kita jangan kita ambil,” tegasnya.

Gubernur WH juga berpesan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Banten yang harus menjadi contoh bagaimana sikap seorang guru yang bersahaja serta bagaimana sikap guru yang digugu dan ditiru. Boleh saja mencukupi kebutuhan hidup, namun jangan berlebihan. Dunia pendidikan harus maju karena menjadi tiang pancang pembangunan moral.

“Kita dijadikan Tuhan untuk mengemban amanat memperjuangkan hak-hak rakyat, membela mereka,” ungkapnya.

“Kita tidak lebih dari tukang-tukang yang menyampaikan kepada masyarakat, makanya kita disebut  pelayanan. Korpri itu sebenarnya hamba-hamba Allah Swt yang memang dilahirkan untuk menjadi pelayan bukan pengepul, bukan pengumpul, tapi pelayan masyarakat,” tambah Gubernur WH.

Dalam kesempatan itu, Gubernur WH juga mengajak seluruh warga masyarakat Banten untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Serta bergotong royong, saling membantu untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Dalam laporannya, Inspektur Provinsi Banten Muhtarom mengungkapkan, penyelengaraan kegiatan ini dalam rangka mendukung upaya pencegahan korupsi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, pendidikan karakter dengan memperkuat karakter tenaga pendidik pada satuan pendidikan dan kerjasama satuan pendidikan dan warga masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental.

“Merupakan sosialisasi yang ketiga kalinya sejak Pergub Nomor 40 Tahun 2020 tentang Penyelanggaraan Pendidikan Anti Korupsi Di Provinsi Banten yang diterbitkan pada tanggal 25 Agustus 2020,” ungkapnya.

“Sampai hari ini lebih dari 17.800 orang  telah mengikuti sosialisasi pendidikan anti korupsi. Saat ini ada 96 orang tenaga penyuluh anti korupsi yang tersertifikasi,” tambah Muhtarom.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan komitmen penyelenggaraan pendidikan anti korupsi secara virtual oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Tabrani, Kepala BPSDM Provinsi Banten Untung Saritomo dan para Kepala Sekolah SMA dan SMK se Provinsi Banten.

Dari Komisi Pemberantasan Korupsi, materi disampaikan oleh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana, Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK Muhammad Indra Furqon, serta Direktur Jejaring Pendidikan KPK Erlangga Adikusumah. (1st/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gubernur WH ajak seluruh komponen masyarakat kembankan potensi kelautan dan perikanan di Banten

Kota Serang, SUARA TANGERANG – Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) mengajak seluruh komponen masyarakat untuk ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com