LAKSI: Hentikan dugaan dan spekulasi penyebab kebakaran Lapas Tangerang

Tangerang, SUARA TANGERANG – Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia disingkat LAKSI melalui koordinatornya, Azmi Hidzagi mengatakan agar  publik bersabar dan tidak turut terlibat  menyebarkan berita hoax soal musibah kebakaran lapas Tangerang, yang terjadi pada Rabu, 8 September 2021 lalu.

Hal tersebut dikatakan Azmi Hidzaqi dalam siaran pers LASKI yang diterima Redaksi pada, Selasa sore, tanggal 14 September 2021.

Melalui siaran pers tersebut LASKI juga menyampaikan duka cita yang mendalam terkait musibah kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang. “Kami ucapkan bela sungkawa kepada para keluarga korban yang ditinggalkan. Dalam peristiwa yang juga menelan korban jiwa sebanyak 44 orang narapidana (napi).

“LASKI berharap agar pihak kepolisian dapat mengungkap dan menjelaskan sebab musabab terjadinya musibah kebakaran tersebut, karena itu mari kita hormati proses hukum yang sedang dilakukan, sehingga polisi dapat menuntaskannya dan memberikan informasi secara terang benderang,” kata Azmi.

Lanjutnya, LASKI juga meminta kepada para pengamat dan politisi agar bersabar dan menahan diri untuk tidak memberikan statmen atau pandangannya yang dapat menggiring opini serta menimbulkan spekulasi terkait penyebab kebaran di Lapas Kelas I Tangerang tersebut.

“Begitu juga dengan masyarakat umumnya pengguna sosial media untuk tidak berspekulasi yang dapat  menimbulkan kebingungan dan kegaduhan. Sebaiknya kita tunggu saja proses penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, dan pihak terkait lainnya untuk mengungkap sebab musabab terjadinya peristiwa nahas tersebut,” ujar Azmi.

Sebagaimana diketahui dari berbagai pemberitaan media massa, bahwa amuk si jago merah di Lapas Kelas I Tangerang itu, diduga terjadi karena korsleting listrik di Blok C2 Lapas kelas 1 Tangerang. Api kemudian membakar Lapas selama kurang lebih dua jam sejak pukul 01.45 WIB, dan berhasil dipadamkan pukul 03.00 WIB.

“Semoga dengan adanya musibah kebakaran ini dapat dijadikan pelajaran untuk pihak terkait dan atau stakeholder yang ada, untuk segera melakukan pembenahan ke arah yang lebih baik terhadap Lapas yang ada di seluruh Indonesia,” pungkas Azmi. (1st)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gubernur WH vs Detik.com, Andy Syafrani: Pelajaran penting untuk media agar hati-hati pilih narasumber

Jakarta, SUARA TANGERANG – Sengketa pemberitaan di Dewan Pers yang melibatakan detik.com sebagai teradu dengan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com