BREAKING NEWS

Sempat jadi polemik, Gubernur Banten serahkan hadiah sayembara Tugu Pamulang

Kota Serang, SUARA TANGERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim menyerahkan hadiah Sayembara Desain Tugu Pamulang, di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Ahmad Yani No.158, Serang, Sumurpecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Senin (27/9).

Sayembara Desain Tugu Pamulang yang digelar beberapa waktu lalu ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan. Tak heran jika peserta yang mengikuti sayembara ini terdiri dari 1.013 berbagai kalangan masyarakat.

“Alhamdulillah baru saja kita ikuti kegiatan pemberian hadiah, walaupun memang tidak cukup besar, tapi ini saya melihat bahwa ada responsif dari teman-teman di Pamulang maupun di Banten untuk ikut serta, bahkan berduyun-duyun, karena pesertanya sampai seribu lebih. Jadi itulah bentuk kontribusi atau partisipasi warga Banten terhadap pembangunan yang ada di Banten,” kata Gubernur yang akrab disapa WH.

Dikatakan Gubernur WH, sayembara desain Tugu Pamulang merupakan ide dari dirinya sendiri dalam menjawab polemik atau perang opini di tengah masyarakat yang menginginkan desain tugu Pamulang itu disesuaikan dengan kehendak masyarakat.

“Keberdaan tugu ini sempat jadi polemik atau perang opini. Maka, saya bilang jalan keluarnya, ya sudah buka saja dengan mendorong dinas PUPR untuk minta pendapat publik. Biar pembangunan tugu ini juga mendapat legitimasi dan pengakuan dari masyarakat. Terlibat dan melibatkan, itulah yang namanya partisipasi masyarakat. Kita tidak bisa berjalan sendiri. Karena dengan dukungan masyarakat insya Allah proyek akan lebih bermanfaat,” katanya.

Gubernur berharap dari hasil pembangunan tugu Pamulang itu, kelak bisa bermanfaat banyak untuk masyarakat. Tidak ada lagi perang opini dan lain sebagainya, karena desainnya juga dari masyarakat. Diakui Gubernur WH, pembangunan yang sebelumnya merupakan langkah cepat dalam menangani kekumuhan akibat tumpukan sampah. Sehingga bisa dikatakan itu dibangun dalam situasi darurat.

“Pada dasarnya memang yang kita lakukan untuk rakyat. Karena dulu itu dibangun dalam keadaan darurat keterpaksaan karena disitu dulu banyak sampah gak keurus. Dan saya juga telah melihat di lapangan, makanya saya tanya landasan filosofisnya,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan menyebut, pembangunan Tugu yang akan menghabiskan anggaran Rp200 juta tersebut akan dimulai pada minggu ketiga di bulan Oktober 2021. Adapun, untuk penyelesaiannya ditargetkan di akhir Desember 2021.

Diempat yang sama tim dewan juri yang diwakili Ir. Agung Nugraha, mengatakan, peserta yang ikut serta dalam sayembara ini ada sebanyak 1013 peserta. Dikatakan Agung Nugraha, latarbelakang peserta sayembara ini terdiri dari berbagai kalangan, dari mulai pelajar hingga cleaning servis yang bisa menggambar ikut serta dalam sayembara ini.

“Nomor peserta TGP655 juara pertama dan tunggal. Penilaian dilakukan secara objektif karena dewan juri tidak pernah kenal satu sama lain dengan peserta,” katanya.

Sementara itu pemenang sayembara, Dedi dan Oma mengatakan, motivasi timnya mengikuti sayembara karena ingin terlibat dan berpartisipasi dalam pembangunan di Provinsi Banten. (1st/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Rendahnya angka vaksinasi di Banten sejalan dengan pasokan vaksin dari Pemerintah Pusat

Kota Serang, SUARA TANGERANG Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, rendahnya angka vaksinasi di sejumlah ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com