Chandra Asri Raih fasilitas balloon payment usd 250 juta dari BNI dengan tenor hingga 10 tahun untuk ekspansi dan pertumbuhan bisnis

Jakarta, SUARA TANGERANG – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Chandra Asri Petrochemical, Tbk (TPIA) menandatangani kerja sama fasilitas pembiayaan berskema term loan baru dengan balloon payment senilai total USD 250 Juta atau sekitar Rp 3,5 Triliun (menggunakan kurs Rp 14.310 per Dollar AS). Skema pembiayaan ini dibagi menjadi dua fasilitas.

Pertama, fasilitas Term Loan 1 dengan maksimum USD 150 juta yang digunakan untuk membiayai buyback obligasi dan refinancing hutang eksisting perusahaan  dengan tenor tujuh tahun. Kedua, fasilitas Term Loan 2 dengan maksimum USD 100 Juta, untuk membiayai kebutuhan pra operasi kompleks petrokimia kedua yang berskala global (CAP2) dengan tenor sepuluh tahun.

Kerjasama Chandra Asri dan BNI ini ditetapkan melalui penandatanganan Perjanjian Kredit oleh Pemimpin Divisi Bisnis Korporasi 2 BNI Ditya Maharhani Harninda dan Director of Finance Chandra Asri Andre Khor Kah Hin serta Director of Human Resources & Corporate Affairs Chandra Asri, Suryandi di Jakarta, Selasa ( 5/10).  Acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir.

Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir menjelaskan bahwa  pembiayaan ini merupakan komitmen BNI untuk menyasar segmen yang berisiko rendah, yaitu segmen nasabah korporasi yang termasuk ke dalam nasabah Top Tier. Pembiayaan ini merupakan langkah awal dari pengembangan bisnis antara BNI dan Chandra Asri.

“Kami mengharapkan BNI dapat menjadi preferred partner bagi perusahaan dan dapat memberikan Financial Solutions dengan menyediakan berbagai produk dan layanan perbankan yang lengkap dan komprehensif bagi perusahaan. Pembiayaan ke sektor Petrokimia ini merupakan wujud dari komitmen BNI untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor barang produk Petrokimia.  Kerja sama dengan Chandra Asri  juga diharapkan dapat terus terjalin secara berkesinambungan dan berkelanjutan seiring dengan rencana  BNI untuk mengembangkan business banking yang sehat dan prudent,” ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra, menyampaikan, kemitraan dengan BNI ini merupakan sebuah langkah bagi Chandra Asri untuk terus meningkatkan kinerja keuangan agar dapat memberikan keunggulan operasional.  “Kami sangat senang dapat bermitra dengan BNI yang menjadi mitra kami untuk pertumbuhan industri petrokimia nasional serta dalam melakukan ekspansi untuk mendukung pembangunan CAP2.  Kami berharap kemitraan dengan BNI ini dapat terus berkembang untuk melayani industri dalam negeri Indonesia,” ujarnya

Chandra Asri merupakan perusahaan petrokimia terbesar yang terintegrasi di Indonesia. Perusahaan terus berkomitmen meningkatkan kapasitas untuk memenuhi permintaan domestik terhadap produk petrokimia yang semakin meningkat.  Salah satu strategi Perusahaan adalah dengan pengembanan CAP2 yang berskala global.  Dengan pembangunan kompleks ini, maka diharapkan akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor, mengembangkan industri hilir petrokimia lokal, mendukung visi pemerintah untuk Industri 4.0 dan menciptakan karir jangka panjang yang bernilai tinggi.

Tentang BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI didirikan pada tanggal 5 Juli 1946 dan menjadi bank pertama milik negara yang lahir setelah kemerdekaan Indonesia. BNI sempat berfungsi sebagai bank sentral dan bank umum sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2/1946, sebelum akhirnya beroperasi sebagai bank komersial sejak tahun 1955.

Hingga Semester I 2021, BNI memiliki 2.312 outlet dalam negeri yang tersebar di 34 provinsi dan 420 kabupaten/kota serta 8 outlet luar negeri yang tersebar di berbagai negara. BNI memiliki 23 Sentra Kredit Menengah (SKM), 27 Sentra Kredit Kecil (SKC), serta 36 Consumer & Retail Loan Center (LNC).

BNI kini memiliki 17.013 ATM yang tersebar di 34 provinsi dan 521 kabupaten / kota termasuk 6 (enam) ATM di luar negeri, yaitu 4 ATM di Hong Kong dan 2 ATM di Singapura. Jaringan ATM tersebut juga dapat melayani transaksi kartu debit berlogo GPN, Link, ATM Bersama, dan Prima. BNI sebagai holding perusahaan telah memiliki 4 anak perusahaan, yaitu BNI Multifinance (pembiayaan), BNI Life (perasuransian), BNI Remittance (remitansi), dan BNI Sekuritas (pasar modal). BNI Asset Management (Manajer Investasi) merupakan anak perusahaan dari BNI Sekuritas.

Sekilas Chandra Asri

Chandra Asri Petrochemical adalah perusahaan petrokimia terintegrasi yang terbesar di Indonesia yang memproduksi Olefins dan Polyolefins. Dengan rekam jejak lebih dari 27 tahun dan mempekerjakan lebih dari 2.000 staf yang berdedikasi, perusahaan ini menggabungkan teknologi canggih dan fasilitas pendukung yang berlokasi strategis di pusat petrokimia negara, Cilegon dan Serang.

Sebagai Mitra Pertumbuhan, Chandra Asri berkomitmen untuk menciptakan lapangan kerja bernilai tinggi, memperluas rantai nilai petrokimia domestik, dan melayani kebutuhan pasar Indonesia yang dinamis dan terus berkembang. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: www.chandra-asri.com. (1st/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

BNI serukan penggantian Kartu Debit Chip untuk keamanan

Jakarta, SUARA TANGERANG – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mendorong penukaran Kartu Debit ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com