BREAKING NEWS

PWI Tangsel kecewa, penyelidikan kasus dugaan intimidasi Wartawan kabar6.com dihentikan

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Ahmad Edko Nursanto mengaku sangat kecewa dengan mekanisme dan penegakkan hukum di Polres Tangsel.

Kekecewaan Eko tersebut terkait dengan pemberhentian penyidikan kasus dugaan intimidasi terhadap wartawan medio online kabar6.com, Yudi Wibowo.

Sesuai Surat Ketetapan Nomor: SP.Tap/22/II/RES.1.24./2022/Resor Tangerang Selatan tentang Penghentian Penyilidikan, tertanggal, 8 Februari 2022, ditandatangani oleh Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi, Aldo Primanda Putra. Maka, kasus yang dimaksud dinyatakan dihentikan penyedikannya.

Menurut Eko, ini merupakan kado pahit untuk para wartawan di Hari Pers Nasional, 9 Februari 2022 yang baru saja dirayakan kemarin.

Dalam pandanganya, kasus dugaan intimidasi kepada wartawan kabar6.com ini penangannya tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Saya kaget adanya surat pemberitahuan pemberhentian penyidikan, sedangkan terlapor tidak menerima pemanggilan tersebut, saya sangat kecewa dengan keputusan dan mekanisme penegakan hukum di Polres Tangsel,” ujar Eko di Sekretariat PWI Tangsel, Jumat (11/02/2022).

Sementara itu, pelapor kasus dugaan intimidasi wartawan, Yudi Wibowo menilai penegakan hukum di Polres tidak berjalan dengan semestinya. Dirinya mengaku tidak adanya pemanggilan untuk gelar perkara dan diduga seperti dipermainkan.

“Saya tidak menerima surat pemberitahuan tentang gelar perkara pada tanggal 31 Januari 2022, namun gelar perkara tersebut sudah terlaksana, apakah memang begitu mekanisme nya,” ungkap Yudi di Sekretariat PWI Tangsel.

Mempertegas kekecewaan kepada Polres Tangsel, Kapala Seksie Advokasi dan Pendampingan Hukum, PWI Tangsel, Malik Abdul Aziz mengatakan bahwa kasus ini secara hukum tidak berjalan dengan semestinya, karen itu akan ditindaklanjuti kepada yang berwenang.

“Kami kecewa, dan kami akan melaporkan bentuk penegakan hukum ini kepada Karowassidik Mabes Polri, dan kami tidak akan mudur apalagi mekanisme yang tidak jelas seperti ini,” ungkap Malik.

Diketahui bawah kasus dugaan intimidasi wartawan sudah berlangsung sejak 22 Juni 2021, dan gelar perkara pertama sempat berlangsung pada tanggal 13 September 2021 namun ditunda karena terlapor mangkir dari undangan.

Selanjutnya, terkait rencana lanjutan gelar perkara diberitahukan akan disampaikan pada tanggal 28 Desember 2021. Namun terkait agenda gelar perkara tanggal 31 Januari 2022, tidak ada pemberihuan sama sekali. (1st/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kejari tetapkan 4 tersangka tindak pidana korupsi pembangunan Pasar Gebang Raya Kota Tangerang

Tangerang, SUARA TANGERANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com