Rengginang khas Pakuhaji Tangerang, pas banget untuk hidangan lebaran

Tangerang, SUARA TANGERANG – Rasanya belum pas kalau kumpul bareng keluarga di Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) jika belum ada cemilan rengginang khas Pakuhaji Tangerang.

Cemilan satu ini di kenal sebagai salah satu hidangan khas Banten yang memiliki cita khas,  rasa kriuknya itu tiada duanya, renyah dan gurih, wabil khusus rengginang Emak Sanah.

Produk rumahan yang satu ini bisa dijumpai di pasar-pasar tradisional dan pasar modern di wilayah Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

Meski dibuatnya hanya saat momentum lebaran, namun rengginang Emak Sanah ini banyak diminati masyarakat sekitar mauoun di luar Kecamatan Pakuhaji.

Kepada Suara Tangerang, Emak Sanah mengaku membuat kue rengginang hanya di momentum lebaran, itu untuk mengisi atau pengganti usahanya di luar bulan suci Ramadan. Biasanya Emak Sanah berdagang di warung kopi dan mie rebus di lingkungan Pemerintah Kecamatan Pakuhaji.

“Kalau bulan Ramadan seperti saat ini, warung kopi dan mie rebus tutup, gak dagang, gantinya…, ya ini, membuat kue rengginang untuk lebaran,” kata emak Sanah, nenek empat orang cucu dari dua orang anaknya kepada Suara Tangerang, Selasa (12/4/2022).

Usaha sampingannya itu, kata Emak Sanah adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sepanjang bulan Ramadan hingga lebaran.

Aku Emak Sana, Meskipun kue rengginang yang dibuatnya tersebut merupakan warisan dari leluhurnya yang terus ia lestarikan hingga saat ini.

“Awalnya sih buat kue rengginang ini hanya untuk di rumah bareng keluarga, lama kelamaan orang – orang banyak yang suka dan disitulah sampai sekarang setiap menjelang lebaran sudah sibuk buat kue rengginang,” jelas emak Sanah.

Rengginang buatannya ini, ia jual seharga seribu rupiah satu keping siap goreng, jika sudah matang digoreng harganya 2 ribu. dalam sehari Emak Sanah mampu membuat sekitar 150 hingga 200 keping.

“Butuh sabar untuk membuat rengginang ini, karena prosesnya cukup lumayan,”ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, membuat rengginang ini diawali dengan merendam beras ketan hitam terlebih dahulu semalaman, kemudian dikukus. Setelah kesat, disiram memakai bumbu yang telah diulek halus.

“Bumbunya ada ketumbar, bawang putih, Sasa dan garam. Setelah itu diaduk sampai rata terus dikukus lagi sampai terlihat matang kurang lebih 10 menit. Setelah itu baru dicetak dibentuk bulat,” jelasnya.

“Agar pas digorengnya enak dan renyah jangan lupa rengginang dijemur di panas matahari sampai nasi atau ketannya terlihat kering dan mengeras,” sambung Emak Sanah mengakhiri perbincangannya dengan Suara Tangerang di kediamannya. (4rDi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tingkatkan produk ekspor nasional, GPEI DKI luncurkan Program Ekosistem Ekspor Terpadu

Jakarta, SUARA TANGERANG – Pemerintah terus berupaya meningkatkan produk ekspor nasional, salah satunya dengan pengembangan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com