BREAKING NEWS

Pantai Anom Kramat Pakuhaji potensi bangkitkan ekonomi masyarakat

Tangerang,  SUARA TANGERANG – Libur Lebaran tahun 2022 ini disinyalir menjadi titik awal kebangkitan ekonomi usai dihantam pandemi selama beberapa tahun teakhir ini. Tak terkecuali masyarakat Desa Kramat Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang.

Potensi desa seperti halnya pariwisata menjadi momok saat pandemi menerjang. Namun, saat libur Lebaran 2022 sepekan lalu, tiba-tiba potensi wisata Pantai Anom Kramat mampu bangkit, hal itu ditandai dengan kunjungan warga (wisatawan) yang meningkat.

Pada libur Lebaran tahun ini, Pantai Anom adalah salah satu destinasi wisata alternatif di wilayah Kabupaten Tangerang, selain dua pantai lainnya, yaitu Pantai Tanjung Pasir dan Tanjung Kait. Kedua pantai ini pun mengalami peningkatan pengunjung.

Disadari, meski ada peningkatakan pengunjung pada saat libur Lebaran kemarin, beberapa pasilitas yang memudahkan pengunjung berkunjung ke Pantai Anom masih terdapat kendala, terutama akses jalan, terutama  waktu dikunjungi saat hujan, karena akes jalannya berlumpur dan tidak memadai.

Untuk diketahui, Pantai Anom saat ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gema Mandiri bekerjasama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kramat Lestari ini mulai beroperasi sejak tahun 2020. “Diharapkan dengan pengelolaan yang baik Pantai Anom dapat berpotensi mengangkat perekonomian di Desa Kramat,” kata Direktur BUMDes Gema Mandiri, Adhi Permana, Tangerang, Rabu (11/5/2022).

Lanjut Adhi, sejak dibentuk BUMDes Gema Mandiri dengan dasar hukum Perdes No. 2 Tahun 2019 memiliki dua unit usaha, yaitu Unit Usaha Ekonomi Kreatif dan Unit Usaha Wana Wisata Pantai Anom “Tanah Retak”. Tujuan dibentuknya BUMDes untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa dan menambah Pendapatan Asli Desa (PADes).

“BUMDes Gema Mandiri pada tahun 2021 melalui RUPS telah memberikan deviden sebagai PADes dan merekrut lebih dari 20 orang tenaga kerja dan pedagang dari masyarakat sekitar,” ungkap Adhi.

Direktur BUMDes Gema Mandiri ini pun menerangkan, bahwa pengelolaan Wana Wisata Pantai Anom ini merupakan hasil kerjasama BUMDes dengan LMDH sesuai Surat Uji Coba Wisata Rintisan dari KRPH Serang pada tahun 2020 dan proses selanjutnya akan dibuat MoU antara Perhutani dengan LMDH dan BUMDes melalui mekanisme pengelolaan kehutanan sosial.

“Sambil menunggu proses MoU, sesuai dengan peraturan terbaru PP No. 11 Tahun 2021 yang mengatur status badan hukum BUMDes, Unit Usaha Wana Wisata Pantai Anom tetap beroperasi berdasarkan Perdes N0. 2 Tahun 2019 Desa Kramat, Nota Kesepahaman Antara BUMDes Gema Mandiri dan LMDH Kramat Lestari, serta Surat Uji Coba Wisata Rintisan dari KRPH Serang,” bebernya.

Perlu diketahui, kata Adhi, Pantai Anom sejak bulan September lalu tidak beroperasi karena musim hujan. Namun, Unit Usaha Wana Wisata Pantai Anom kembali dibuka untuk umum saat musim libur Lebaran sepekan kemari, dan pihak pengelola menetapkan retribusi parkir sebesar Rp. 5.000,-/motor dan Rp. 5.000,-/orang dewasa untuk retribusi kebersihan dalam bentuk tiket masuk.

“Retribusi parkir dan kebersihan ini dikelola untuk membayar honor belasan tenaga kerja yang mengurus dan membantu keamanan, ketertiban, kenyamanan dan kebersihan di kawasan Pantai Anom. Dan, semua keuangan yang masuk dari hasil retribusi pengelolaan Pantai Anom diserahkan ke BUMDes untuk dikelola dan dilaporkan pada akhir tahun sebagai LPJ tahunan,” pungkas Adhi Permana. (4rDi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Salurkan modal untuk pemberdayaan Warung-UMKM, GudangAda gandeng Pemkot Tangsel dan Kitabisa

Tangerang, 26 April 2022 – GudangAda, perusahaan e-commerce marketplace B2B, menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com