Abrasi bantaran Sungai Cirarab Sukadiri ancam permukiman warga, aktivis desak Camat baru untuk turun tangan

Tangerang, SUARA TANGERANG – Abrasi (pengikisan) bantaran Sungai Cirarab Sukadiri, Kabupaten Tangerang yang terjadi dalam bebearapa hari terakhir ini, mengancam pemukiman warga, khususnya mereka yang tinggal di sekitar atau dekat dengan bantaran Sungai Cirarab.

Dari pantauan Suara Tangerang, pada Kamis, 12 Mei 2022, abrasi di bantaran Sungai Cirarab Sukadiri tersebut kian memanjang, diperkirakan telah lebih 300 meter dan sangat meresahkan warga sekitar, khususnya warga Desa Pekayon, Kecamatan Sukadiri. Akibat abrasi tersebut, jalan poros desa rusak parah dan saat ini sulit untuk dilintasi.

Ramsyah, salah seorang warga Desa Pekayon meminta Pemerintah setempat untuk memprihatinkan abrasi Sungai Cirarab yang saat kian memanjang.

“Kondisi abrasi saat ini sudah parah, jalan poros desa sudah terputus akibat abrasi, yang mengkwatirkan adalah bantaran sungai dengan tanggul area pertanian, kondisinya sudah mulai menipis akibat abrasi. Akibatnya masyarakat menjadi resah, karena pada saat Sungai Cirarab air limpah ruah, dan aliran airnya semakin deras, dikhawatirkan dapat merobohkan tanggul yang ada di sekitar bantaran sungai, sehingga air dari Cirarab dapat masuk ke permukiman,” jelas Ramsyah, Kamis, (12/5/2022)

Ramsyah mengaku persoalan abrasi ini sudah kerap kali disampaikan kepada Pemerintah setempat, terlebih pada acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) sejak tahun 2015. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda bantaran Sungai Cirarab akan proses pembangunan terkait pencegahan abrasi dan dampaknya.

“Mau tunggu apa lagi, apakah tunggu adanya kejadian (musibah) baru peduli,” ucapnya.

Sementara itu, aktivis Pantura Suprin meminta kepada Pemerintah Kecamatan, maupun Kabupaten hingga Pemprov serta Pusat agar memerhatikan kondisi Sungai Cirarab Sukadiri. Selain karena airnya yang tercemar, juga kondisi abrasi bantaran sungai kian lama makin memanjang.

“Jika kondisi abrasi ini terus dibiarkan, dikwatirkan akan meluas ke pemukiman penduduk. Dan tidak menutup kemungkinan air sungai cirarab pada saat terjadinya banjir dikwatirkan meluap ke permukiman karena derasnya air,”kata Suprin, Kamis, (12/5/2022)

Ketua PPBNI Sukadiri ini juga mendesak Camat baru Kecamatan Sukadiri untuk turun tangan langsung, bekerja ekstra mengatasi masah lingkungan di wilayah ini. Ia berharap Pemerintah Kecamatan dapat membahas dan menyampaikan persoalan ini dan dibawah ke Pemerintah di atasnya sesuai dengan yang dimiliki.

“Secara birokrasinya saya yakin persoalan abrasi di Sungai Cirarab dapat segera ditangani, asalkan Pemerintah Kecamatan, Kabupaten mau secara serius membawa persoalan ini ke atas, dengan harapan normalisasi dan penuraban di sungai cirarab segera dilakukan,” harapnya. (4rDi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Roadshow Bus KPK di Tangsel resmi digelar, Benyamin: Bangun budaya anti korupsi sejak dini

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Roadshow Bus KPK di Tangerang Selatan (Tangsel) disambut meriah warga ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com