Warga Desa Kohod dan Kalibaru sambut gembira pembebasan lahan

Tangerang, SUARA TANGERAN –  Pengembang yang melakukan pembebasan lahan di wilayah Pantura Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang disambut gembira warga dan para pemilik lahan.

Hal tersebut diungkap Kepala Desa Kohod Kecamatan Pakuhaji Arsin Bin Asip kepada wartawan, Minggu (19/6/2022).

Menurut Arsin, seluruh lahan di Desa Kohod yang terkena proyek pengembang dalam proses transaksi jual beli kepada pemilik lahan warga lokal penuh transparansi atau keterbukaan. Pihaknya pun saling membantu bersama pengembang apabila ada kendala administrasi.

“Selama saya jadi kepala desa proses jual beli, si penjual atau pemilik tanah warga lokal dan pihak pembeli yaitu pengembang berjalan lancar dan saling menguntungkan kok.”

“Jika ada kekurangan atau kendala dalam administrasi saya selaku kepala desa dan pengembang membantu memberesin, misal Misal perbaikan buku sertipikat, tumpang tindih NIB, melengkapi persyaratan berkas, waris. Bahkan pajak penjual tanah ditanggung pengembang termasuk biaya lain-lain,” kata Arsin.

Masih kata Arsin, bahwa rumah dan lahan warganya yang terkena proyek pengembang direlokasi dengan penuh layak.

“Sudah dua kali tahap ini kena relokasi dari pengembang. Site plannya bagus ko, semua ngadep jalan rumahnya dan harganya yang dibayar tinggi dan tanah dituker tanah,” papar Arsin.

Senada, Kepala Desa Kalibaru Sueb menuturkan bahwa lahan yang dijual kepada pengembang tidak dipersulit, selama tanah itu masuk dalam proyek pengembang. Hal tersebut ia ungkap ketika beberapa kali langsung menjadi saksi dan mediasi ketika ada permasalahan administrasi.

“Langsung di beresin urusan berkas-berkas saat proses jual beli, setau saya gak pernah dipersulit saat saya nyaksiin langsung. Kalau ada masalah atau kendala pihak pengembang membantu beresin, seperti tumpamg tindih NIB, perbaikan buku sertipikat dan surat waris,” ungkap Sueb.

Menurut Sueb, pembayaran lahan dari pengembang dengan harga di atas Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Sehingga memuaskan para penjual menerima bayaran tanah tersebut.

“Bahkan fleksibel kok harganya bisa dinegosiasi,” katanya.

Selain itu, Sueb mengungkap warga yang masih melakukan aktivitas sebagai petani di atas tanah yang sudah menjadi pengembang diperbolehkan untuk menggarap sawahnya.

“Boleh juga ko petani-petani menggarap lahan yang sudah menjadi milik pengembang. Gak ada masalahnya, bercocok tanam kayak nyawah dilahan itu, selama lahannya belum dipakai,” ungkapnya. (4rDi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Rakor persiapan kegiatan PTSL TA 2022 di Kecamatan Teluknaga

Tangerang, SUARA TANGERANG – Camat Teluknaga Zam Zam Manohara hadiri rapat Koordinasi Persiapan Kegiatan Pendaftaran ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com