BREAKING NEWS

Diklat Teknis Anjab dan ABK, Benyamin: Pengembangan SDM bukan hanya tugas BKPSDM semata

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie membuka Diklat Teknis Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) di Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangsel yang digelar di Saphire Sky Hotel BSD, Tangsel, Selasa (26/7/2022).

Saat memberikan arahan, Benyamin menjelaskan bahwa Diklat yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangsel ini sangatlah penting untuk diikuti dalam rangka meningkatkan kualitas SDM ASN agar semakin profesional dan memiliki pemahaman mengenai penyusunan analisis jabatan dan analisis beban kerja ASN di Organisasi Perangkat Daerah atau OPD-nya masing-masing.

“Ke depan, pemerintahan ini tugasnya semakin kompleks. Tidak bersifat general. Tetapi satu orang mengerjakan apa, semakin jelas,” ujar Benyamin.

Pria yang disapa Pak Ben ini juga menegaskan bahwa tugas pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia di kepegawaian tidak hanya pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) di level keseluruhan. Tapi di level OPD inilah para Kasubag kepegawaian harus juga memahami itu semua.

“Jadi kalian ini Kasubag Umum Kepegawaian harus tahu siapa mengerjakan apa, dan bertanggung jawab terhadap apa,” ujar Benyamin.

Dalam kesempatan tesebut, Benyamin juga meminta kepada peserta Diklat untuk terus berpikir kreatif menghadapi permasalahan yang dihadapi di lingkup OPD-nya masing-masing. Terutama soal keterbatasan sumber daya manusia.

“Maksimalkan dan optimalkan SDM yang ada. Lihat goalsnya, impact dan benefitnya seperti apa. Jangan diam, analisis dan lihat realisasi anggaran,” kata Benyamin.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Tangsel Fuad mengatakan Diklat yang digelar selama 4 hari hingga hari Jumat (29/7/2022) mendatang ini, diikuti oleh Kasubag Umum Kepegawaian masing-masing OPD di lingkup Pemkot Tangsel. Dimana dari Diklat ini para peserta dapat meningkatkan pemahamannya mengenai analisis jabatan dan analisis beban kerja di OPD-nya masing-masing.

“Analisis jabatan dan analisis beban kerja ini sangat penting. Misal, analisis beban kerja, itu memberikan gambaran terkait dengan beban kerja yang dilakukan, berapa waktu yang perlukan, begitu juga dengan outputnya, berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan,” jelas Fuad.

Dia menjelaskan di dalam analisis beban kerja lah nanti akan diketahui, berapa jumlah ideal pegawai yang berada di OPD. Beban kerja ini akan sangat dinamis karena tergantung dari visi misi Wali Kota, RPJMD serta ketentuan dari pemerintah pusat.

“Misal aturan penyetaraan jabatan yang harus dilakukan. Serta perkembangan teknologi.” ujarnya.

Sedangkan untuk analisis jabatan ini dimaksudkan untuk mengetahui dan memperjelas tupoksi masing-masing pegawai. Serta yang paling penting adalah kualifikasi yang harus dimiliki pegawai dalam menempati posisi tertentu.

“Ini menjadi kebutuhan yang harus segera dimiliki yaitu standar kompetensi jabatan, jadi nanti tinggal dicocokkan, siapa yang sesuai dengan posisi jabatan tersebut,” tutupnya. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Atasi stunting, DPPKB Kabupaten Tangerang luncurkan program Dashat

Tangerang, SUARA TANGERANG – Untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Tangerang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com