BREAKING NEWS

Opini

Warga Jakarta Gak Boleh Kelaparan

SUARA TANGERANG – Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Begitu bunyi pasal 34 UUD 1945. Dipelihara itu maksudnya negara punya tanggung jawab untuk menanggung hidup mereka, dan mangatasi kesusahan ekonomi yang menimpa mereka. Bukan artinya memelihara nasib mereka supaya tetap miskin dan terlantar. Jangen dipelesetkan. Pertanyaan mendasar: apakah negara sudah melaksanakan tugas ini? Jawabnya:. Masih jauh dari kebutuhan. Selama ini, negara hanya membantu mereka dengan bansos. Pertama, bansos masih sangat kecil, jauh dari cukup untuk kebutuhan orang-orang miskin. Dirupiahkan jadi 300 ribu. Mana cukup? Kedua, banyak maling di dalam bansos. Mulai maling kecil hingga maling besar. Dilanjutkan pada ...

Read More »

Pandora Papers

SUARA TANGERANG – Berita tentang Pandora Papers menghebohkan, tapi apa poin yang bisa jadi pelajaran dan bagaimana tindak lanjutnya? Sama seperti Panama Papers sebelumnya, heboh sebentar lalu dihajar bantahan, setelah itu hilang. Bahkan jika melihat perkembangan di media-media internasional, isu dibelokkan dengan mempertanyakan siapa sponsor di balik publikasi itu dan untuk tujuan apa? Mengapa tidak ada tokoh besar Amerika Serikat yang ditonjolkan? Siapa dan apa maksud Adessium Foundation, Open Society Foundation (OSF)/George Soros, The Sigrid Rausing Trust, The Ford Foundation, Fritt Ord Foundation, dan Pulitzer Center on Crisis Reporting yang menyokong kegiatan jurnalis di bawah ICIJ (International Consortium of Investigative ...

Read More »

Polemik Data PKH

SUARA TANGERANG – Menteri Sosial Ibu Risma marah-marah di Gorontalo dalam rapat resmi pemadanan data kesejahteraan sosial, terhadap Pendamping PKH, videonya viral dihampiri semua media elektronik  maupun media cetak. Bahkan malam ini (3 Okotober 2021), TV ONE, membahasnya secara panel dengan dokter ahli jiwa, politisi PDIP Gorontalo dan Pusat, serta pengamat/peneliti politik. Pembahasan sepertinya menjadi persoalan politik, atau dikaitkan dengan kepentingan politik, karena Ibu Risma kader PDIP, dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie adalah kader Golkar. Dokter ahli jiwa pun tidak berani secara spesifik memberikan penilaian, karena tidak atau belum bertemu langsung untuk mendiagnosis Ibu Risma. Inti persoalan menjadi kabur, karena ...

Read More »

Merawat Demokrasi Dengan Kritik, Bukan Fitnah

SUARA TANGERANG – Beda kritik dengan fitnah. Kritik berbasis data, fitnah bertolak belakang dengan data. Di negara demokrasi, kritik dibutuhkan. Penguasa kebijakan dan pengguna anggaran harus diawasi. Salah, harus diingatkan. Keliru, mesti ditegur. Selain legislatif, ormas, LSM, para akademisi dan aktifis, serta rakyat secara umum, harus ikut ambil peran. Tidak boleh membiarkan pemerintah salah. Soal cara mengkritik, itu beragam. Banyak pilihan sesuai dengan selera. Silahkan berlomba untuk mencari cara yang paling tepat dan efektif. Sampai disini, kritik menjadi sarana check and balances yang mutlak dibutuhkan. Di era medsos, fitnah lebih masif dari pada kritik. Mungkin orang yang paling banyak dapat ...

Read More »

DP 0%, Sebuah Janji yang Ditepati

SUARA TANGERANG – Macam-macam orang menilai sukses atau gagalnya kepala daerah. Ada yang beranggapan kepala daerah sukses kalau gaul. Banyak senyum, rajin nyapa dan berpakaian ala warga. Apalagi kalau suka bersepeda, ini dianggap bentuk hidup yang bersahaja. Yang lain melihat dari infrastruktur. Jembatan layang dianggap sebagai ukuran kesuksesan. Apalagi kalau tidak menggunakan anggaran negara, itu tandanya hebat. Pintar cari duit dan  bagus kerjasamanya dengan pihak swasta. Jika umumnya tingkat sukses kepala daerah dilihat dari satu-dua hal, beda dengan Anies Baswedan. Ada 23 janji yang akan jadi ukuran. Diluar 23 janji juga akan jadi sorotan. Rakyat punya begitu banyak obyek untuk ...

Read More »

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

SUARA TANGERANG – Selain senang menulis di jurnal ilmiah dan suka menulis di media soal politik, saya juga hobi menulis novel. Sudah dua kali menerbitkan novel, dan masih beberapa yang belum sempat diterbitkan. Menulis novel, beda dengan menulis di jurnal ilmiah dan menulis di media atau medsos. Di novel, ada fiksinya. Bahkan kadang dominan. Ada juga soal cinta dan hal-hal romantis sebagai bumbu cerita agar novel itu asyik untuk dibaca. Dalam sebulan, jika lagi gak ada kegiatan, saya bisa menyelesaikan satu buah novel. Duduk seharian di ruang perpustakaan, dalam sebulan novel bisa selesai. Apa rahasianya? Karena menulis novel gak perlu ...

Read More »

Kata Anies Baswedan: “Ora Kolu”

SUARA TANGERANG – Dalam sebuah pertemuan, beberapa orang bertanya ke Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta: “kenapa selama lebih dari setahunan ini agak susah untuk memberi waktu bertemu dengan para aktifis?” “Bukan tidak ada waktu”, kata Anies. “Waktu ada”, lanjut dia. “Hanya saja, saat ini saya belum bisa bicara politik. Rasanya Ora Kolu”. “Ora kolu itu apa artinya?” tanya seseorang kepada Anies. Pasti yang bertanya ini bukan orang Jawa. Karena “Ora Kolu” itu bahasa Jawa. Anies besar di Jogja yang sehari-harinya dalam komunikasi menggunakan bahasa Jawa. Terkadang memang untuk hal-hal tertentu, bahasa Jawa lebih pas menggambarkan suasana batin orang Jawa, dari ...

Read More »

Anies Gubernur Untuk Semua Pemeluk Agama

Anies JMF

SUARA TANGERANG – Ketika anda dilantik jadi pemimpin, saat itu anda menjadi pemimpin untuk semua rakyat anda. Tidak peduli partai pengusung anda, dan kelompok mana yang mendukung dan memilih anda. Negeri ini milik rakyat, tanpa terkecuali. Siapapun pemimpin terpilih, dia milik rakyat. Maka, dia bertugas untuk melayani dan mengurus rakyat, tanpa terkecuali. Bukan untuk melayani dan membela para pendukungnya saja. Presiden, gubernur, bupati, walikota, bahkan lurah, semua tanpa terkecuali, adalah milik dan mendapat amanah dari rakyat. Karena itu, harus bekerja untuk seluruh rakyat. Fenomena Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta yang terpilih sejak tahun 2017, layak menjadi cermin buat semua pemimpin di ...

Read More »

Anies Baswedan Ingkar Janji

SUARA TANGERANG – Beda antara lupa janji dengan ingkar janji. Kalau lupa, itu kerjaan umumnya politisi. Ngeceknya gampang. Berapa jumlah janji saat kampanye? Tak ada yang inget. Saat nyaleg, janji di sana sini. Di daerah sini janji, di daerah sana juga janji. Berapa jumlah janjinya? Lupa! Gak ada angka yang disebut. Lagi nyalon bupati, wali kota, atau gubernur, lupa apa yang pernah dijanjikan. Soal jumlah janji, sepertinya hanya Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta yang inget. Ada 23 janji politiknya saat kampanye. Rakyat malah yang lupa. Tapi, Anies terus ingatkan angka 23 janjinya itu harus terus ditagih, dan Anies akan memenuhinya. ...

Read More »

Amandemen, Alat Elit Bertransaksi

SUARA TANGERANG – Elit politik makin jauh dari aspirasi dan harapan rakyat. Siapa elit politik itu? Mereka diantaranya yang duduk di eksekutif dan legislatif. Atau pengendali mereka. Mereka kerja sendiri sesuai kepentingannya. Lalu, dimana kepentingan rakyat? Tetap ada, tetapi kepentingan elit lebih utama. Atas nama rakyat ramai hanya saat pemilu. Mendengarkan aspirasi rakyat terjadi hanya ketika kampanye. Selebihnya, agenda mereka seringkali bukan menjadi agenda rakyat. Revisi UU KPK dan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang mendapat protes masif dan didemo oleh massa dari berbagai elemen bangsa, mulus-mulus saja. Alasan apa mereka mengesahkannya? Adakah kepentingan rakyat disitu? Anda pasti tahu jawabannya. ...

Read More »

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com