BREAKING NEWS

Program bedah rumah BSR2TLH 2022 di Kecamatan Pakuhaji dimulai

Tangerang, SUARA TANGERANG – Pelaksanaan program Gebrak Pakumis pada Bantuan Stimulan Rehabilitas Rumah Tidak Layak Huni (BSR2TLH) tahun 2022 di Kecamatan Pakuhaji dimulai. Hal tersebut diawali dengan sosialisasi dan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Camat Pakuhaji H Asmawi di Desa Rawa Boni, Rt.016/ 04, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Rabu (6/7/2022).

Camat Pakuhaji H Asmawi, didampingi Kades Rawa Boni, Asep Jahari, Dinas Perkim Kabupaten Tangerang dan UPK Kecamatan Pakuhaji, melakukan sosialisasi dan petakan batu pertama secara simbolis di salah satu penerima manfaat warga Desa Rawa Boni. Menurutnya, program Gebrak Pakumis sangat dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat Pakuhaji, Setiap tahun Pemkab Tangerang menggelontorkan bantuan bedah rumah ini di wilayahnya.

“Tahun ini ada 58 rumah di Kecamatan Pakuhaji yang dibedah melalui bantuan bedah rumah dari Dinas Perkim Kabupaten Tangerang lewat program Gebrak Pakumis pada Bantuan Stimulan Rehabilitas Rumah Tidak Layak Huni (BSR2TLH),” tuturnya.

“Tahun ini digelontorkan di Desa rawa boni 55 unit dan Desa lakasana 3 unit,” tambah Asmawi.

Asmawi berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya guna memperbaiki rumah sesuai dengan gambar dan aturan yang telah ditentukan.

“Yang penting bagaimana warga dapat memiliki rumah, meskipun sederhana tetapi layak huni dan sehat,” pungkasnya.

Bantuan ini sebagai bentuk perhatian dari Bupati Zaki untuk warga Desa Rawa Boni dan Desa Laksana. “Saya mengucapkan terimakasih kepada Bupati Tangerang yang semangat membangun. Berkat beliau dua desa di Kecamatan Pakuhaji dapat bantuan bedah rumah,” ucap Asmawi.

Ketua UPK Pakuhaji Hasan Bedug mengungkapkan, syukur Alhamdulillah tahun ini program bedah rumah kembali direalisasikan di wilayah Kecamatan Pakuhaji dengan harapan dapat meminimalisir rumah tidak layak huni yang ada.

“Meskipun secara global pengajuan RTLH yang ada di kecamatan Pakuhaji hampir ribuan unit. Namun perlu dipahami pelaksanaan bedah rumah ini secara bertahap dan memiliki kuota yang terbatas,” ungkapnya.

“Persoalan RTLH bukan hanya tanggung jawab pihak tertentu semata melainkan tanggung jawab kita bersama ,” pungkasnya. (4rD1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

TPA Rawa Kucing terkendali, Pemkot Tangerang cabut status tanggap darurat

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG  – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang secara resmi mencabut status tanggap darurat ...